Lihat ke Halaman Asli

Mewujudkan Misi Semua Bisa Kuliah lewat DANAdidik

Diperbarui: 5 April 2019   12:24

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

https://unsplash.com

Biaya pendidikan masih menjadi kendala utama minimnya angka siswa yang melanjutkan ke pendidikan tinggi. Orangtua dari kelompok masyarakat menengah ke bawah mulai skeptis akan angan-angannya mendaftarkan sang anak ke pendidikan tinggi. 

Walau banyak program beasiswa untuk yang kurang mampu, persyaratan nilai yang tinggi menjadi hambatan tersendiri bagi siswa yang tidak terlalu menonjol dalam bidang akademik. 

Seolah-olah jika tidak pintar tidak memiliki kesempatan untuk berkembang. Seakan-akan pendidikan hanya untuk si kaya dan si miskin yang cerdas. 

Padahal sejatinya pendidikan merupakan hak setiap orang. Semua memiliki kewenangan yang sama untuk dapat mengembangkan potensi lewat pendidikan tinggi.

Statistik pendidikan tinggi di Indonesia harus dibenahi kembali. Faktanya, tahun 2018 lalu jumlah mahasiswa hanya mencapai angka 7,5 juta orang. 

Sementara total penduduk usia 19 sampai 23 tahun (usia rata-rata mahasiswa) berjumlah 80 hingga 107 juta, artinya populasi yang mendapatkan layanan pendidikan tinggi hanya mencapai sekitar 32,9 persen. Tidak hanya jumlah mahasiswa yang mengkhawatirkan, angka putus kuliah/ drop out pun masih terbilang besar. 

Per 2017 silam, 2,8 persen mahasiswa dari perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia tercatat putus kuliah. Mirisnya angka-angka di atas kebanyakan diakibatkan oleh biaya pendidikan yang mahal. Sangat disayangkan, karena pendidikan tinggi dapat memberikan dampak pada pertumbuhan Sumber Daya Manusia yang handal di Indonesia.

Lalu Apa Solusinya?

Membicarakan perkara pendidikan di tanah air saat ini seakan tidak ada habisnya. Tapi, segala sesuatu pasti memiliki jalan keluarnya jika ditilik secara lebih jauh. Kini, mahasiswa dari latar belakang apapun dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. 

Dominasi dari era digital yang sering dianggap sebelah mata ternyata dapat memberikan solusi bagi masalah pendidikan tinggi di Indonesia. 

Solusi tersebut terbentuk dari sektor fintech (finance technology) yang disinyalir bakal berkembang untuk lima tahun ke depan. Sebut saja DANAdidik sebagai platform pinjaman khusus pendidikan online tanpa agunan yang memberikan cicilan yang tidak memberatkan mahasiswa, dengan tenor atau jangka waktu pinjaman yang panjang. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline