Lihat ke Halaman Asli

Nadhifa Salsabila Kurnia

Masih setia dengan Bandung, namun melalui tulisannya sering kali berjalan ke Korea Selatan dan berbagai belahan dunia lain

Perjalanan Karier Doni Monardo hingga Pensiun

Diperbarui: 25 Mei 2021   16:57

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Doni Monardo | Dok.BNPB

Mengenal latar belakang keluarga Doni Monardo

Militer bukanlah hal asing bagi Doni Monardo dan perjalanan karir Doni Manardo tak bisa lepas dari sosok sang Ayah. Ia memimpikan bekerja di dunia militer karena mengikuti jejak sang Ayah. Ayah Doni Monardo adalah Letnan Kolonel Nasrul Saad. Sementara Ibunya bernama Roeslina, seorang Ibu rumah tangga yang fokus mengurus rumah tangga dan keluarganya. Ia sudah terbiasa hidup berpindah-pindah sejak kecil.

Terlihat dari jejak pendidikannya, seperti masa SMP-nya yang dihabiskan di Lhokseumawe, hingga ia kembali lagi ke Padang, saat SMA. Setelah lulus di Akmil tahun 1985 demi mengikuti karir sang Ayah, Doni meminang wanita pujaan hatinya yang bernama Santi Aviriani pada tahun 1992. Melalui pernikahannya dengan wanita yang juga memiliki darah Minang ini ia dikarunia tiga orang anak.

Baca juga: Beda Tangis Doni Monardo dan Tracer Covid BNPB

Awal perjalanan karir Doni Monardo

Doni Monardo merupakan sosok dari kemiliteran yang memiliki karir cukup cemerlang, terutama sebagai bagian dari Satuan TNI Angkatan Darat. Pria kelahiran Cimahi, Jawa Barat, 10 Mei 1963 ini memulai karir gemilangnya langsung setelah lulus dari Akmil tahun 1985. Ia langsung menjabat sebagai Komando Pasukan Khusus (Kopassus) kala itu.

Di saat usianya masih sangat muda, yakni 23 tahun Doni sudah mampu menorehkan prestasi dengan bertugas di daerah konflik Aceh dan Timor Timur (yang kini sudah berganti Timor Leste). Awal perjalana karir Doni Monardo ini dimulai dari keaktifannya di pasukan elit Kopassus di tahun 1986 hingga 1998. Bersama Kopassus ina berkarir selama 12 tahun.

Titik awal perjalanan karir nasional Doni Monardo

Memiliki keahlian menembak, karirnya berlanjut saat di tahun 1999 ditugaskan pada Batalyon Raider di Pulau Dewata Bali. Di sini ia hanya mengemban tugas selama dua tahun. Beberapa kali di TNI ia terus berpindah-pindah tugas. Kemudian karirnya mulai melebar secara nasional saat ia ditunjuk untuk menjadi Komandan Paspampres.

Baca juga: Daun Sungkai Disebut Kandidat Obat Corona, Ini Profil Tanaman Sungkai dan Khasiatnya

Masa jabatannya saat akhir pemerintah Presiden Joko Widodo periode tahun 2012-2014 dan di masa awal jabatan Presiden Jokowi selanjutnya. Dalam perjalanan karir Doni Monardo ia memang tidak begitu lama menjadi Komandan Paspampres di periode kedua pemerintahan Jokowi ini. Karena setelahnya Doni diangkat menjadi komandan Kopassus. Dua tahun berada di sini, Doni lalu menerima promosi sebagai Panglima Kodam Pattimura dan Pangdam Siliwangi.

Di antara masa karir Doni di Paspampres ini sebelum akhirnya bergabung untuk kedua kalinya, ia sempat dipindah tugaskan ke Celebes, Sulawesi. Dimana ia berperan sebagai Komando Cadangan Strategis (KOSTRAD) Makassar, Sulawesi Selatan.

Setelah menduduki sejumlah jabatan territorial tersebut Doni akhirnya didapuk menjadi Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) pada tahun 2018 menyusul dengan kenaikan pangkatnya yang menjadi Letnan Jenderal TNI.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline