Lihat ke Halaman Asli

Isu Maritim di Laut Cina Selatan: Ketegangan dan Upaya Diplomatik di Asia Timur

Diperbarui: 4 Februari 2024   19:47

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

https://images.app.goo.gl/thVKBfWN6wrZ2aa49

Nama : Nabila Saninah Rizki

NPM   : 213507516070

-

Asia Timur, kawasan yang kaya akan sejarah, budaya, dan keberagaman, juga menjadi panggung bagi beberapa isu geopolitik yang mendalam. Salah satu isu krusial yang terus membangkitkan ketegangan dan menarik perhatian internasional adalah sengketa maritim di Laut Cina Selatan. 

Laut Cina Selatan, dengan kekayaan alam dan jalur perdagangan strategisnya, menjadi saksi perdebatan terus-menerus antara sejumlah negara di kawasan. Brunei, Filipina, Malaysia, Taiwan, dan Vietnam bersaing dengan Tiongkok untuk klaim teritorial dan hak ekonomi di wilayah ini. Tiongkok, dengan klaim yang melibatkan "garis sembilan benua," telah meningkatkan kehadirannya secara militer dan membangun pulau buatan untuk memperkuat posisinya.

Berikut beberapa ketegangan dan kekhawatiran:

1. Kedaulatan dan Sumber Daya Alam: Ketegangan muncul karena sumber daya alam yang melimpah di Laut Cina Selatan, termasuk cadangan minyak, gas alam, dan ikan. Negara-negara di kawasan bersaing untuk mengklaim dan mengelola sumber daya ini.

2. Kepentingan Strategis: Laut Cina Selatan juga memiliki arti strategis tinggi karena berfungsi sebagai jalur perdagangan utama yang menghubungkan Pasifik dan Samudera Hindia. Negara-negara di kawasan dan kekuatan global seperti Amerika Serikat turut ambil bagian dalam memastikan keamanan jalur laut ini.

3. Isu Hukum Laut Internasional: Sengketa ini melibatkan isu hukum laut internasional, terutama terkait dengan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS). Beberapa pihak mengklaim bahwa tindakan pembangunan pulau buatan dan klaim teritorial Tiongkok melanggar prinsip-prinsip UNCLOS.

Berikut Upaya Diplomatik dan Kontroversi:

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline