Lihat ke Halaman Asli

Menginterview Warga Mengenai Pemanfaatan Lahan di Banjarmasin Selatan

Diperbarui: 10 Oktober 2024   01:20

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

gambar 1 geotagging/dokpri

Nama : Muhamad Salmani
Nim    : 2410416310046
Kelas : C

Mahasiswa universitas lambung Mangkurat prodi S1 geografi fakultas ilmu sosial dan politik

Mata kuliah : pengantar lingkungan lahan basah
Dosen pengampu : Dr. Rosalina kumalawati S.Si., M.Si.

Lahan basah adalah ekosistem yang terletak di antara area daratan dan perairan, ditandai dengan genangan air, baik secara permanen maupun sementara. Ekosistem ini mencakup berbagai tipe seperti rawa, paya, dan danau, yang memiliki karakteristik tertentu berdasarkan jenis vegetasi, kedalaman, dan salinitas.

Karakteristik Lahan Basah

1. Genangan Air: Lahan basah memiliki kondisi tanah yang terendam atau jenuh air selama sebagian besar tahun. Ini dapat berupa genangan air tawar, payau, atau air laut.
 
2. Vegetasi:Tumbuhan yang tumbuh di lahan basah, seperti rumput, semak, dan pohon, biasanya memiliki adaptasi khusus untuk bertahan dalam kondisi basah, seperti akar yang dapat bernapas.

3. Tanah: Tanah di lahan basah sering kali bersifat anaerobik (tanpa oksigen), yang memengaruhi proses dekomposisi dan menghasilkan tanah yang kaya akan bahan organik.

Manfaat Ekonomi

Lahan basah juga memiliki nilai ekonomi yang signifikan:

1. Pertanian dan Perikanan: Banyak lahan basah dimanfaatkan untuk pertanian padi, budidaya ikan, dan penangkapan ikan. Keanekaragaman hayati di lahan basah juga mendukung kegiatan perikanan.

2. Rekreasi dan Pariwisata: Lahan basah sering menjadi tujuan wisata, menarik pengunjung untuk kegiatan seperti birdwatching, memancing, dan ekowisata.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline