Lihat ke Halaman Asli

Antara Objektivitas dan Propaganda Politik

Diperbarui: 7 Mei 2024   19:23

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ruang Kelas. Sumber Ilustrasi: PAXELS

Di era digital ini, media bukan hanya platform informasi, tetapi juga medan pertempuran ideologi. Propaganda politik, yang disebarluaskan melalui berbagai kanal media, menjadi semakin marak, mengancam demokrasi dan mengaburkan realitas.

Media massa, idealnya, berperan sebagai penyampai informasi yang objektif dan terpercaya. Namun, dalam dunia politik yang penuh dengan kepentingan, media tak jarang terjebak dalam pusaran propaganda. Politikus dan partai politik memanfaatkan media untuk membangun citra, menyerang lawan, dan memanipulasi opini publik.

Propaganda politik dapat hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari berita yang bias dan tendensius, hingga ujaran kebencian dan hoaks yang disebarluaskan di media sosial. Hal ini menciptakan iklim politik yang tidak sehat, di mana masyarakat terpapar informasi yang tidak akurat dan terpecah belah berdasarkan ideologi.

Dampak negatif propaganda politik tak bisa dipungkiri. Masyarakat menjadi mudah terprovokasi dan termakan narasi yang menyesatkan. Kepercayaan terhadap media pun semakin menurun, menghambat terciptanya demokrasi yang sehat.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Sebagai konsumen media, kita perlu kritis dan jeli dalam mencerna informasi. Penting untuk mencari sumber berita yang terpercaya dan melakukan verifikasi informasi sebelum membagikannya. Kita juga perlu mendorong media untuk menjunjung tinggi prinsip jurnalisme yang objektif dan independen.

Masyarakat sipil dan organisasi media massa pun perlu bersinergi untuk melawan propaganda politik. Edukasi publik tentang literasi media dan pentingnya berpikir kritis menjadi kunci untuk membangun masyarakat yang cerdas dan kebal terhadap manipulasi informasi.

Pertanyaan yang perlu direnungkan: Apakah kita akan terus terjebak dalam pusaran propaganda politik, atau kita akan bangkit dan memperjuangkan media yang objektif dan demokrasi yang sehat? Masa depan demokrasi Indonesia ada di tangan kita.

Di tengah gempuran propaganda politik, kita perlu ingat bahwa kebenaran bagaikan mutiara yang tersembunyi di lautan informasi. Kita harus berani menyelam dan mencarinya, tidak mudah terombang-ambing oleh arus opini yang menyesatkan.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline