Lihat ke Halaman Asli

Muhammad Hamudi

Belajar menulis

Indahnya Suatu Perbedaan dalam Keberagaman

Diperbarui: 22 Juni 2017   07:36

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Perbedaan merupakan sesuatu yang mutlak dan tidak terbantahkan lagi. Perbedaan adalah anugerah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa yang harus disyukuri oleh manusia dan pada hakikatnya manusia itu diciptakan berbeda-beda oleh sang pencipta. Dengan perbedaan itu kita dituntut untuk saling memahami satu sama lain supaya tidak terjadi kesalah pahaman yang dapat menimbulkan gangguan-gangguan bagi kestabilan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bayangkan saja, jika suatu perbedaan dapat dimaklumi satu sama lain, tentu saja kehidupan akan aman tentram tanpa adanya pertikaian atau konflik yang dapat menimbulkan perpecahan. Betapa indahnya suatu perbedaan dalam keberagaman, jika kita semua saling memahami, manjaga, saling melindungi, saling mempelajari bahasa dan budaya serta tidak mengganggu keyakinan orang lain.

Misalnya saja di Lombok, NTB. Pulau seribu masjid ini ditempati oleh banyak suku, agama, dan budaya baik yang asli dari pulau Lombok ataupun yang datang dan menetap di Lombok. Walaupun begitu, keamanan dan kedamaian di dalamnya tetap terjaga, tidak ada konflik, umat beragama saling menghargai satu sama lain. Contoh nyatanya adalah umat islam dan umat hindu hidup berdampingan, bahwa tempat ibadah seperti masjid dan pura berdekatan tanpa menimbulkan gejolak-gejolak pertikaian. Tidak hanya itu, saat hari raya keagamaanpun semua agama yang ada di Lombok saling memahami dan mengerti satu sama lain. Misalkan saja saat hari raya nyepi, masyarakat/umat islam ikut serta menjaga supaya umat hindu merasa aman dan nyaman.

Kehidupan keberagaman di Lombok, NTB mencerminkan bahwa perbedaan itu bukan sebuah alasan untuk tidak damai. Akan tetapi dengan perbedaan menjadikan kita sebagai bangsa yang saling toleran, saling mengerti satu sama lain sehingga menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang kuat dan bersatu sesuai dengan amanat Sila ke-3 yaitu Persatuan Indonesia. Seperti yang dikatakan oleh  Josep R. Donovan Jr. Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia kepada Cendana News saat berkunjung ke NTB beberapa waktu lalu, ia mengatakan: "Saya kira NTB patut menjadi contoh, meski masyarakatnya mayoritas beragama Islam, tapi sukses menjaga perdamaian dan toleransi antar umat beragama di tengah masyarakat". Dari penyataan tersebut semakin menguatkan kita untuk tetap menghargai perbedaan sehingga tetap menjadikan kita sebagai bangsa yang kuat, bangsa majemuk yang bersatu dan saling menghargai demi utuhnya NKRI.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline