Sampah merupakan permasalahan yang sukar untuk diselesaikan di Indonesia. Terutama di Yogyakarta, setiap hari banyak sekali truk yang mengangkut sampah mendatangi TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu) Piyungan untuk menurunkan sampahnya.
Sampah plastik menjadi salah satu penyumbang terbanyak saat ini. Perilaku konsumtif dari berbagai kalangan terutama anak-anak saat ini suka sekali membeli jajan dengan packaging plastik.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi sampah, salah satunya melalui pembuatan media edukasi papan penguraian sampah. Media ini diharapkan mampu menjadi daya tarik bagi anak-anak agar lebih peduli dengan penggunaan sampah.
Alasan itulah yang menjadi perhatian KKN Reguler 88 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit VII.C.2 yang bertugas di Dusun Greges, Kelurahan Donotirto, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul. Pada Kamis (17-02-2022), melaksanakan program "Papan penguraian sampah" yang dilaksanakan di SD N 2 Kretek.
Izul Islam selaku ketua unit KKN menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk menggugah dan memberikan edukasi untuk anak-anak agar lebih peduli dengan lingkungan.
Ibu Dwi Tutik Lestari selaku perwakilan dari SD N 2 Kretek menyampaikan apresiasinya dengan adanya KKN UAD Unit VII.C.2 karena telah membantu dan ikut mendampingi kegiatan proses belajar mengajar.
"Kami berterima kasih dengan adanya kegiatan dari KKN UAD sudah melakukan edukasi dan menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar dengan adanya jam tambahan. Semoga dapat memberikan dampak yang positif bagi anak-anak dan masyarakat sekitar kedepannya."
Dalam tugasnya, Unit KKN dengan beranggotakan sembilan mahasiswa dan didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Trianik Widyaningrum, M.Si telah menjalankan program kerja (proker) baik proker bersama maupun proker individu. Proker tersebut meliputi bidang keilmuan, keagamaan, seni dan olahraga.
"Berbagai kegiatan telah dilaksanakan seperti pembuatan media edukasi papan penguraian sampah, sosialisasi pembuatan handsanitizer, pendampingan umkm, pemeriksaan mata (visus), pelatihan pemilahan dan pengolahan sampah menjadi pupuk kompos, sosialisasi protokol kesehatan, literasi bersama anak-anak, pembuatan tempat sampah, bimbingan belajar dan TPA," jelas Izul.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H