Lihat ke Halaman Asli

Muhammad Naufal Aslam

Mahasiswa UIN SUKA Ilmu Komunikasi (21107030034)

3 Ciri Orang yang Amalnya Diterima di Bulan Ramadhan

Diperbarui: 1 Mei 2022   07:15

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Photo by Instagram @blastercreative

Hari raya Idul Fitri 1443 H tinggal menghitung hari. Umat Muslim tampak sibuk menyiapkan banyak hal untuk menyambut hari kemenangan ini. 

Toko baju mulai diburu, ibu-ibu sibuk mencari bumbu dan semacamnya untuk membuat ketupat dan opor, orang perantauan mulai memadati arus mudik, tak ketinggalan pula lampu kecil warna warni terlihat menghiasi sepanjang jalan di sebagian gang desa dan kota.   

Semua ini dilakukan demi menyambut dan merayakan hari raya Idul Fitri dengan suka cita dan penuh kebahagiaan. Rasulullah saw sendiri telah menegaskan bahwa pada hari ini umat Muslim dianjurkan untuk bergembira.

 Dalam salah satu hadits dijelaskan,

 عَنْ أَنَسٍ، قَالَ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم الْمَدِينَةَ وَلَهُمْ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَقَالَ مَا هَذَانِ الْيَوْمَانِ‏‏‏.‏ قَالُوا كُنَّا نَلْعَبُ فِيهِمَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ‏.‏ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏‏إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الأَضْحَى وَيَوْمَ الْفِطْرِ

Artinya, “Diriwayatkan dari sahabat Anas, ia berkata, ‘Sekali waktu Nabi saw datang di Madinah, di sana penduduknya sedang bersuka ria selama dua hari. Lalu Nabi bertanya ‘Hari apakah ini (sehingga penduduk Madinah bersuka ria)?’ Mereka menjawab ‘Dulu semasa zaman jahiliah pada dua hari ini kami selalu bersuka ria.’ Kemudian Rasulullah saw bersabda, ‘Sesungguhnya Allah swt telah menggantikannya dalam Islam dengan dua hari yang lebih baik dan lebih mulia, yaitu hari raya kurban (Idul Adhha) dan hari raya fitri (Idul Fitri)” (HR Abu Dawud). 

Introspeksi Diri 

Hari raya Idul Fitri memang momen kemenangan bagi umat Muslim setelah berjuang tiga puluh hari menjalani puasa, satu bulan melawan hawa nafsu. 

Akan tetapi, dengan begitu kita juga harus rela melepas kepergian bulan Ramadhan, bulan mulia yang sudah membersamai kita. Pendek kata, Idul Fitri adalah sebuah simbol kesempurnaan. Jika kesempurnaan telah diraih, maka harus ada yang pergi, yaitu bulan Ramadhan. 

Syekh Ali ath-Thanthawi berkata dalam syairnya

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline