Lihat ke Halaman Asli

Muhammad Syamsul Arif

Berjuang .....

Pidato Presiden Bush yang Bisa Menggugah Hati Kita

Diperbarui: 10 Januari 2016   14:30

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sering kita dengar konspirasi busuk negara-negara adidaya dunia seperti Amerika dan Inggris setelah Perang Dunia II untuk tetap menancapkan hegemoni atas negara-negara lain supaya tetap tampil sebagai "penguasa yang tak terkalahkan". Kita sering memperoleh pelajaran ini dari ustadz-ustadz kita di pesantren dan guru-guru agama kita di sekolah.

Saya memperoleh postingan dari teman yang merupakan alih bahasa dari pidato George Bush, mantan presiden Amerika Serikat, sehubungan dengan program khusus Washington untuk negeri kita tercinta, Indonesia, negeri yang dikenal dengan kekayaan alam melimpah dan membuat mata para penguasa tamak terbelalak. Memang secara praktis, putra-putra bangsa kita telah berhasil berprestasi menjual tanah air kita. Semoga pidato ini menjadi renungan kita bersama dan bisa menggugah hati nurani kita untuk menyelamatkan anak cucu kita dari cengkeraman harimau.

"Kepada yang terhormat direktur CIA, FBI, direktur Bank Dunia, ADB, IMF, CEO Haliburton, Exxon Mobil, Freeport, bankir-bankir internasional, dan semua yang telah membantu kami membiayai perang Irak, Afganistan, serta menyebarluaskan kekuasaan Imperium Global, direktur media dan televisi CNN, ABC, NBC, yang telah membantu propaganda kita, kami ucapkan terima kasih.

Hari ini adalah hari yang sangat penting, karena pada hari ini saya akan melaporkan keadaan Indonesia, negeri yang mayoritas penduduknya Islam, yang dulu kita takuti itu, sekarang sama sekali tak berdaya di hadapan kita. Karena kini tak ada satupun yang perlu kita takutkan dari negeri itu. Laporan intelejen mengatakan bahwa tak ada satupun bahaya potensial yang akan menggangu kepentingan kita di negeri itu.

Kita tidak perlu takut kepada angkatan bersenjata mereka, karena senjata yang mereka gunakan adalah kiriman dari negeri kita. Lihatlah ketika kita jatuhkan embargo senjata, tentara-tentara mereka seperti maung ompong ... (ha ha ha ha ... penonton tertawa). Yang lebih lucu lagi, kemarin presidennya sendiri yang memelas pada kita untuk menghentikan embargo itu ... (ha ha ha ... penonton tertawa). Kasihan-kasihan.

Tak perlu takut pada generasi mudanya. Rupanya faham materialisme, budaya konsumtif, hedonisme, individualisme yang kita ajarkan itu lewat iklan-iklan kita, tayangan-tanyangan televisi kita, film-film kita, propaganda-propaganda kita, sudah tertanam pada hati dan pikiran sebagian besar dari mereka. Jangankan memikirkan negeri atau umatnya lebih-lebih agamanya, kini mereka hanya memikirkan kesenangan diri mereka sendiri. Bayangkan saja, negara semiskin itu penduduknya menempati urutan tertinggi dalam urusan berbelanja baju ke Singapura, mengalahkan Jepang, Australia dan Cina sekalipun ... (ha ha ha ... penonton tertawa).

Tak perlu takut kepada pelajar-pelajarnya, karena mahasiswa-mahasiswa terbaiknya selalu kita rekrut dan kita pekerjakan di perusahaan-perusahaan minyak atau tambang kita, dan kita menyuap mereka dengan gaji yang besarnya sama dengan loper koran di negeri kita ... (ha ha ha ... penonton tertawa).

Tak perlu takut kepada pemimpin politik dan pejabatnya, karena sebagian besar dari mereka adalah orang yang gila jabatan dan sangat mudah untuk disuap. Untuk uang dan jabatan, mereka bisa kita minta untuk melakukan apa saja sesuai keinginan kita ... (ha ha ha ha ... penonton tertawa).

Tunggu. Tunggu. Ada kabar yang lebih menggembirakan lagi. Menurut laporan intelejen yang saya terima, umat Islam di sana telah terkotak-kotak menjadi banyak kelompok dan golongan. Tiap-tiap kelompok menjatuhkan yang lain dan mengganggap kelompoknya yang lebih baik dari yang lain. Ada bibit kebencian yang besar di antara mereka yang dapat kita manfaatkan. Sangat mudah bagi intelejen kita yang berpengalaman untuk mengadu domba diantara mereka.

Hutang mereka sudah sangat besar dan hampir mustahil bisa mereka bayar. 22% APBN mereka habis untuk membayar hutang kepada kita, sehingga mengurangi anggaran pendidikan mereka, kesehatan mereka, dan pelayanan sosial mereka.  Sehingga di negeri itu banyak penduduk yang kelaparan, miskin, sakit dan tak mampu berobat. Ini merupakan keuntungan bagi kita. Karena semakin lama, jika kondisi tidak berubah, maka akan tercipta generasi yang lemah dari negeri itu, yang tidak akan mampu melawan kita, seperti yang selama ini kita harapkan.

Kekayaan negeri mereka hampir semuanya kita kuasai. Lebih dari 96% ladang minyak mereka telah kita miliki. Tambang batu-bara, tembaga, dan emas yang beroperasi di negeri itu hampir semuanya adalah milik kita. Lebih dari itu, mimuman-minuman, makanan-makanan, buku-buku, walau banyak yang ngopi, komputer-komputer, software-soffware mereka, walau banyak yang ngebajak, bahkan odol dan sabun yang mereka gunakan adalah produksi perusahaan-perusahaan kita ... (ha ha ha ... penonton tertawa). Indonesia merupakan ladang dolar kita yang harus tetap kita pertahankan bagaimanapun caranya. 200 juta lebih penduduk negari itu merupakan konsumen bagi produk-produk perusahaan kita.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline