Lihat ke Halaman Asli

Mochammad sadita setyawan

Mahasiswa STIBA Ar-raayah Sukabumi

Memberdayakan Bukan Memperdayakan

Diperbarui: 2 Oktober 2022   01:06

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Sudah lama saya mendengar bahwa sejarah islam di bumi Khatulistiwa ini dituturkan dengan cara terbagi-bagi tidak dalam kesatuan yang utuh. Dimulai dari kedatangan penjajah di zamrud khatulistiwa yang beralasan mencari rempah-rempah sampai Kartini yang melawan kebudayaan Jawa. Ini semua hanyalah narasi yang dimainkan oleh para penjajah yang tidak ingin Islam di bumi Khatulistiwa ini bangkit kembali.

Kita haruslah bersyukur kepada Allah yang menurunkan para pendakwah penerus Nabi SAW di awal kejayaan Islam sampai ke bumi yang mengandung 1001 kenikmatan. Dimulai dari kedatangan pedagang di pesisir Sumatra pada abad ke 1-H/7-M sampai kepada corak kesultanan Islam di  abad kejayaan Utsmani. 

Coba direnungkan kembali bahwa kedatangan para pendakwah ke Nusantara ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat agar makmur dan bisa mandiri dari segala aspek. Berbeda dengan kedatangan penjelajah Eropa (penjajah) yang memang pada awalnya berniat untuk berdagang, namun setelah melihat kemakmuran yang tersedia di bumi 2 Samudra dan 2 Benua mereka memperdaya masyarakat untuk memuaskan hawa nafsu mereka.

Ketahuilah mereka semua dendam dari perang salib yang dikobarkan dari tahun 1099 sampai dengan puncaknya yaitu perang futuhat Konstantinopel 1453 karena melihat besarnya izzah/kekuatan kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka mencintai-Nya. 

Sesuai dengan pesan dari Nabi sebaik-baik orang adalah yang lebih banyak manfaatnya bagi sesamanya, janganlah mencoba membuat masyarakat semakin terperdaya sebagaimana para kolonialis zaman kejayaan utsmani tapi jadikanlah pemimpin yang membuat masyarakat teredukasi dan terberdaya dengan segala inovasi.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline