Pohon mangga di depan rumah menjadi tempat yang sangat baik untuk burung-burung membuat sarang
Setiap pagi dan sore hari jelang malam ramai sekali dengan kicauan burung. Rumah dimana kami tinggal juga sebelumnya merupakan daerah persawahan, jadi masih dilewati saluran irigasi, selalu ada suara kodok apalagi jika hujan seperti paduan suara bersahut-sahutan kodok-kodok itu bernyanyi.
Mengucap syukur sampai hari ini dapat menikmati suara-suara merdu alami itu dengan telinga ini tanpa alat bantu dengar.
Daun telinga siap mengumpulkan semua gelombang suara, gendang telinga melanjutkannya pada transmisi berikutnya. Betapa luar biasanya Tuhan, bahkan sel-sel rambut halus didalam telinga menjadi reseptor getaran hingga pesan bunyi/suara sampai ke otak, direkam sebagai bunyi yang nantinya akan terus dikenali.
Jika dipikirkan betapa ajaibnya segala perlengkapan yang Tuhan desain di tubuh ini, kecepatan menangkap bunyi/ suara hanya memerlukan sepersekian detik saja. Adakah yang dapat menyainginya?
Mengucap syukur untuk desain Allah yang luar biasa dan tak tergantikan ini.
Selamat malam, selamat beristirahat
Gianyar, 07 Maret 2022
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H