Lihat ke Halaman Asli

Misbah Murad

"Tidak ada sekolah menulis; yang ada hanyalah orang berbagi pengalaman menulis."- Pepih Nugraha, Manager Kompasiana. chanel you tube misbahuddin moerad

Sebuah Motivasi Seorang Office Boy

Diperbarui: 28 September 2019   06:04

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

dok pribadi

Jum`at pagi ini, Yudhi sudah berjalan menuju kantor barunya di bilangan komplek Galaksi Bekasi, Ini bukan hari pertama seharusnya dia masuk kerja, dia di promosikan sebagai kepala Cabang di Kantor ini, tapi Yudhi ingin mengetahui bagaimana situasi kantornya dan bagaimana sumber daya yang ada di sana, mumpung tidak ada satu orang pegawaipun yang mengenalinya, dia terhitung pegawai baru di perusahaan ini, baru dua tahun sudah diangkat sebagai Kepala Cabang, sebelumnya dia bertugas sebagai staff di Kantor Cabang Samarinda. Seharusnya dia bekerja mulai hari Senin besok.

Jarum Jam baru menunjukan angka 07.30, dia melihat suasana kantor dari luar, cukup tertata rapi, tanaman yang ada di halaman juga sangat indah dan asri, terlihat seorang office boy sedang menyapu halaman, dari sisi kantor terlihat tempat parkir, dan ada kantin di belakangnya, rupanya kantor ini ada kantinya begitu yang ada di benak Yudhi. Begitu Yudhi memasuki jalan samping, dia di hampiri oleh office boy yang tadi menyapu,

"Selamat pagi Bapak, maaf kantor jam 08.00 baru buka," katanya

"Pagi, saya tidak ingin ke kantor, saya hanya ingin sarapan di kantin itu ?" "Apa kantin itu bisa untuk umum ?" tanya Yudhi

"Ia pak, kantinya bisa untuk umum, tapi jam delapan juga baru siap,"

"Terima kasih, biar saya menunggu disitu," kata Yudhi dan berjalan menuju kantin.

"Mau sarapan pak ?" Sebentar ya, sebentar lagi siap," kata si Ibu kantin dengan ramahnya.

"Terima kasih bu, ada apa saja ya bu ?"

"Ada rawon, ada soto, ada nasi kuning, nasi uduk juga ada, kalau minum aneka juice juga tersedia, cuma kalau juice nya sekitar jam 09.00 baru siap," kata si Ibu

"Kalau sudah siap, saya pesan nasi kuning dan teh panas ya bu ?" Kata Yudhi

"Baik pak, Bapak silahkan duduk dulu," lanjut si Ibu

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline