Lihat ke Halaman Asli

Mim Yudiarto

TERVERIFIKASI

buruh proletar

Ranting Patah

Diperbarui: 10 Agustus 2019   12:25

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber: pixabay.com

sepatah kata, tak jadi patah
sebuah buku mengambilnya
untuk kalimat pembuka
terkadang malah sering jadi penentu, akhir cerita

setiap kata memiliki rahasia
yang hanya diketahui tanda bacanya
apakah sudah tiba untuk memberi makna
atau masih terus-terusan berjeda

hati yang patah, seperti rempah-rempah
aromanya menyengatkan kesendirian, juga mengingatkan akan kesepian
menguar dari berbagai kabar
baik dan buruk yang tak jarang tertukar

sebagian orang menyebutnya takdir
sebagian lagi mengatakan nasib yang terusir
sisanya tak mau berkata apa-apa
hanya menjalaninya, begitu saja

ranting patah, dari dahan kering
adalah filosofi terbaik, tentang pohon yang kehilangan
namun rela memberi, tanah-tanah yang nyaris mati
mata rantai nutrisi

ini bukan masalah cuaca yang semena-mena
namun jelas akibat manusia
yang dengan mudah mengelabuhi retina
dengan membolak-balik perkara, seenaknya

Bogor, 10 Agustus 2019

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline