Lihat ke Halaman Asli

Al-Haqq

Diperbarui: 25 Juni 2015   02:12

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Al-Haqq

Al-Haqq yang dimaksud dalam untaian kata sederhana ini adalah Allah SWT.

Hanya Dia Al-Haqq, Sang Hakekat.

Selain Dia adalah bathil, tak ada, tak nyata, dan tak layak disebut hakekat.

La ilaha illa Allah.

Para Nabi dan Rasul diutus serta dibangkitkan hanya untuk menegakkan  kalimat sederhana itu, la ilaha illa Allah.

La ilaha illa Allah adalah syariah, thariqah, haqiqah, dan ma'rifah SEKALIGUS BUKAN syariah,  thariqah, haqiqah, dan ma'rifah.

La ilaha illa Allah adalah negasi sekaligus afirmasi; afirmasi sekaligus negasi hingga akhirnya tak ada lagi afirmasi tak ada pula negasi.

Semua tak ada karena selain Dia, baathil.

Bila selain Dia itu tampak, terasa, maka semua selain Dia yang tampak dan terasa itu adalah hijaab, tirai pemisah antara Dia dengan selain Dia.

Hijaab yang memisahkan antara Dia dengan selain Dia tak layak disebut apalagi menyandang nama hakekat.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline