[caption id="attachment_348145" align="aligncenter" width="390" caption="Kacaunya Dunia Persilatan (web resmi)"][/caption] Ditengah mengembalikan kondisi badan akibat kelelahan mengikuti Jejak Para Riser, ajakan nonton bareng kawan lama tidak saya tolak, apalagi tempat nontonnya tidak jauh dari rumah, di daerah Bintaro, selatan Jakarta. Film yang dipilih adalah genre komidi dengan berharap bisa tertawa. Dimana pilihan yang ada adalah film horor made in Indonesia, film tentang tahun 98, dan dua film asing. Kacaunya Dunia Persilatan adalah judul film yang kami pilih kali ini. kami melihat di poster ada Aming dan Tora Sudiro, jaminan film komedi yang pastinya bisa mengocok perut. [caption id="attachment_348146" align="aligncenter" width="520" caption="Ada Tora, alasan bagus buat nonton... (jepret di bioskop)"]
[/caption] Dan benar, dari awal film ini sudah mengocok perut. dengan akting yang handal dari para pemain ngetop. Jalan cerita yang super cemen gak jadi masalah. lawakan berupa plesetan berbagai kejadian populer di tanah air mengalir lancar. [caption id="attachment_348147" align="aligncenter" width="520" caption="tau dong ini dari apa? (jepret di bioskop)"]
[/caption] Kalau mengenai cerita jangan harapkan kita bisa mendapat cerita yang bisa disimpan sebagai satu cerita yang menarik, cerita pada film sangat simpel, ringan dan... gak mutu... Ceritanya tentang sebuah pedang pusaka yang hilang dan kumpulan pendekar berkeliling mencari pedang itu. Simpel banget! [caption id="attachment_348148" align="aligncenter" width="520" caption="bisa kaya karena MLM? (jepret di bioskop)"]
[/caption] Plesetan dan penggunaan 3D animasi juga saya nilai terlalu banyak dan berlebihan. Tentunya dengan 3D animasi yang berkesan murahan, seperti adegan perkelahian ala game Tekken, dimana film hongkong sudah sering membuat adegan seperti ini pada tahun 90an. Garing.... [caption id="attachment_348149" align="aligncenter" width="520" caption="Tekken Fight (jepret di bioskop)"]
[/caption] Film benar-benar tertolong dengan lawakan individu yang membuat penonton tertawa. Sekedar tertawa dengan ke"ancuran" polah Tora, Aming dan sedikit terhibur dengan pamer paha seksi Zahra Jasmine yang memang berperan sebagai wanita penggoda. [caption id="attachment_348150" align="aligncenter" width="520" caption="darius dan aming... (jepret di bioskop)"]
[/caption] Kacaunya Dunia Persilatan ini juga disomasi pada hari kedua pemutarannya karena menggunakan tokoh Si Buta dari Gua buat Elu, yang diduga pelesetan dari Si Buta dari Gua Hantu. Jika ingin ketawa tanpa mikir panjang, bolehlah menjadikan film ini sebagai tontonan, tapi jika mengharapkan film berkualitas, silahkan lewati saja film ini. Kacau banget banget.. Widianto H. Didiet
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H