Lihat ke Halaman Asli

Meliana Aryuni

Penulis pemula yang ingin banyak tahu tentang kepenulisan.

Sumbang Saran untuk UMKM Mbak Muji

Diperbarui: 3 Desember 2022   21:59

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber: Kompasiana.com

Dunia menjadi semarak dengan digitalisasi di berbagai aspek, ekonomi, pendidikan, sosial budaya, dan hukum pun tidak mau ketinggalan zaman. Semua serba digital! Akses apa pun lebih mudah dan cepat pada saat ini. Geliat digitalisasi tak mungkin dipungkiri bahkan keberadaannya dirasa sangat penting untuk saat ini.

Digitalisasi yang mulai berkembang pesat terjadi saat pandemi covid-19 berlangsung. Akses untuk keluar rumah yang dibatasi membuat banyak orang memanfaatkan teknologi yang berpusat pada jaringan internet. Keberadaannya saat ini pun sangat penting untuk tetap bertahan dan keluar dari keterpurukan ekonomi.

UMKM dan Pandemi Covid-19


UMKM singkatan dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah pun  ikut merasakan imbas dari pandemi covid-19 ini. Para pengusaha UMKM mau tidak mau memutar otak untuk menjalan usaha mereka. Bila pengusaha itu tidak kreatif dan inovatif, maka sangat sulit untuk menyelamatkan usaha mereka.

Di antara pengusaha-pengusaha itu, banyak di antaranya gulung tikar. Biaya operasional yang harus terus dikeluarkan tidak sebanding dengan pendapatan dari usaha tersebut. Pandainya pengusaha UMKM mencari jalan untuk bertahan selama pandemi membuahkan hasil setelahnya.

Mbak Muji dan Usaha Kulinernya


Ss. Soto Babat Mbak Muji

Sebut saja mbak Muji, tetangga saya. Beliau adalah pelaku UMKM di bidang kuliner. Keterampilan mbak Muji dalam bidang kuliner tidak diragukan lagi. Usaha ini digelutinya sebelum pandemi berlangsung di sebuah ruko bersama teman-teman yang lain.

Namun, usaha beliau terhenti karena sepinya pengunjung di masa pandemi. Selama pandemi itu, mbak Muji memulai usaha menjual tanaman hias, yang pada saat itu trennya tanaman Caladian secara offline maupun online. Dari usaha menjual tanaman ini, mbak Muji bisa memenuhi kebutuhan hariannya.

Ternyata, mbak Muji tidak tinggal diam dan berinovasi. Beliau mencoba peruntungan dengan berjualan online. Usaha kuliner mbak Muji terus berjalan sampai sekarang dan beliau tidak harus menempati ruko untuk menjual masakannya.

Dari usahanya itu, mbak Muji masih bisa melakukan aktivitas di rumah sekaligus menerima orderan pelanggan. Dengan berjalannya waktu, banyak orang yang mengetahui masakan beliau. Sampai saat ini pun beliau masih setia meletakkan menu Soto Babat sebagai masakan andalannya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline