Lihat ke Halaman Asli

Abdul Azis Al Maulana

Mahasiswa UIN Mataram

Apa yang Ingin Corona Sampaikan kepada Kita

Diperbarui: 29 November 2021   09:15

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pixabay

Tentu sudah basi jika kita berbicara tentang Corona maupun Covid-19 yang telah memporak-porandakan perekonomian satu dunia. Dan cukup lucu bagi saya ketika mengetahui kita telah benar-benar melupakannya.

Saya sendiri tidak mengerti mengapa, namun mungkin karena Jimmy Carrey benar, sebagian masalah akan hilang bila media massa tidak mempublikasikan beritanya. Dan lagipula, adanya perpindahan dari kasus Corona ke bisnis PCR, artis yang beritanya begitu-begitu terus, kematian Vanessa Angel yang meninggalkan Gala, WSBK dengan segala kegilaan para pemain luar di Lombok, serta banyak lagi informasi yang diserap otak, sampai Corona terjungkal dari posisinya dan tidak lagi menjadi nomor satu.

Namun menemukan artikel yang semestinya saya tulis di Lastquestions membuat ingatan saya sedikit mengenai artikel tersebut mengembang dan membentuk sebuah tulisan yang saat ini sedang anda baca.

Saya terkadang suka merenung dan mempertanyakan hal-hal sepele yang ada dalam kehidupan. Dalam suatu momentum, sebuah pertanyaan itu melesat kedalam otak kemudian menghasilkan pertanyaan urgent:

Apa Yang Ingin Corona Sampaikan Kepada Kita?

Tiada hal di dunia ini yang tidak pernah bermakna, kita hanya perlu melihat dalam persepktif yang berbeda bagaimana alam ingin menceritakan apa yang diembannya. Dalam hal ini, Corona kendati datang sebagai bajingan memang menjadikan amarah kita sampai ke ubun-ubun dan membuat diri kita terjungkal sebegitu parahnya.

Mereka yang tidak mampu bertahan secara fisik harus tumbang dan dikubur oleh manusia-manusia yang berpakaian seperti astronaut, dan mereka yang tidak mampu bertahan secara mental terpaksa menggantung tali dan melayang-layang bersamanya.

Corona pun terkadang sampai membuat kita tidak lagi manusiawi, membuat kita mendiskriminasi manusia lainnya dan begitu takut sampai memberi bantuan kepada mereka saja kita tidak berani. 

Datangnya pandemi tersebut juga membuat diri kita egois, apalah arti nyawa orang lain bila keluarga dirumah tidak dapat makan? Hal tersebut kemudian membuat saya sadar bahwasanya kejahatan terkadang lahir dari ketidakpedulian. Dan selama kita tidak pernah tersadarkan mengenai hal ini, kriminalitas akan tumbuh subur seperti jerawat orang-orang perkotaan. Tidak akan pernah mati.

Manusia pun tidak bisa lagi melakukan hal-hal sosial dengan bebas, kita menjadi manusia yang tetap ada didalam rumah, menatap layar gadget yang itu-itu saja, atau terkadang menyeduh teh untuk menonton televisi sembari berdiskusi akan kemana arah negeri ini.

Bagi yang kaya, makan tinggal makan, hanya perlu memesan GoFood atau Gojek guna mendapatkan pesanan yang diinginkan. Kita cuma perlu berbaring diatas kasur, menatapi dagangan-dagangan yang mau kita dapatkan, dan ketika ada keinginan, cukup klik. Barang datang, bayar, makan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline