Lihat ke Halaman Asli

Risma Maulida

Mahasiswi

Pemanfaatan Sampah Organik Rumah Tangga oleh Mahasiswa KKN UNDIP Tim 1 dengan Bak Komposter yang Super Mudah!

Diperbarui: 10 Februari 2021   17:32

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dok. pribadi

Bulusan, Kota Semarang (08/02/2021) -- Pandemi COVID-19 yang terjadi sejak bulan Maret lalu menyebabkan banyaknya masyarakat yang sebelumnya bekerja di kantor atau work from office menjadi work from home (WFH). Perubahan paradigma ini menyebabkan terjadinya peningkatan sampah yang dihasilkan terutama karena masyarakat cenderung menjadi lebih menghabiskan waktu di rumah. Selain itu, pengelolaan sampah saat ini masih terpusat hanya pada pengangkutan dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yakni TPA Jatibarang yang setiap harinya menerima sampah sebesar 800 -- 1000 ton. Dengan tingkat penerimaan sampah sebesar ini per harinya, diperkirakan bahwa TPA Jatibarang akan mengalami penurunan kemampuan ataupun menjadi lautan penuh sampah hanya dalam waktu tiga tahun berdasarkan info berita dari gatra.com.

Dengan adanya masalah persampahan yang cukup serius, maka mahasiswa KKN Tim I UNDIP Periode 2020/2021 di bawah bimbingan Bapak Ari Wibawa Budi Santosa, S.T., M,Si. selaku dosen pembimbing KKN Undip berinisiatif untuk bisa melakukan edukasi pengurangan sampah berupa pemanfaatan sampah organic menjadi kompos dengan menggunakan bak komposter skala rumah tangga kepada warga Kelurahan Bulusan, khususnya ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Bulusan. Dalam edukasi ini dihadiri perwakilan ibu PKK dari tiap RT maupun RW, kemudian ilmu yang didapat dapat kemudian diajarkan kembali kepada warga RT maupun RW tersebut.

Bertempat di Kantor Kelurahan Bulusan, edukasi dilakukan secara pemaparan materi, pemberian leaflet mengenai cara pembuatan bak komposter maupun pembuatan kompos, serta praktik langsung membuat kompos. Praktik langsung ini dilakukan guna memudahkan ibu PKK dalam memahami cara pembuatan kompos, baik membuat kompos cair maupun padat. Dengan menggunakan bak komposter yang terbuat dari ember yang diberikan keran untuk memanen pupuk cair yang dihasilkan dari proses komposting ini. Manfaat dari melakukan komposting ini sendiri salah satunya membuat tanaman subur dengan hasil dari kompos sebagai pupuk tanaman, serta menghemat uang karena tidak perlu membeli pupuk dan membantu mencegah krisis iklim dengan mencegah terbentuknya gas rumah kaca, serta  diharapkan dapat membantu untuk menekan angka sampah yang dibuang ke TPA Jatibarang.

Dok. pribadi

 

Tingginya respons positif yang didapat dari Ibu PKK Kelurahan Bulusan dengan diadakannya edukasi ini, maka diharapkan warga Kelurahan Bulusan dapat menyadari bahaya akan sampah yang kian hari makin menumpuk di TPA Jatibarang. Sehingga masyarakat mulai memilah sampah yang mereka hasilkan tiap harinya dan memanfaatkannya, baik sampah organic menjadi kompos dengan menggunakan bak komposter buatan masyarakat maupun mengomposkannya langsung di tanah. Dengan demikian, jumlah sampah organic yang dihasilkan dapat ditekan dan tidak memenuhi baik TPS di wilayah Kelurahan Bulusan maupun TPA Jatibarang.

Dok. pribadi

Penulis: Rahmadini Fitria Nanda (T. Lingkungan -- FT)

DPL: Ari Wibawa Budi Santosa, S.T., M,Si.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H



BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline