Lihat ke Halaman Asli

Hakikat Berfikir

Diperbarui: 26 Juni 2015   02:50

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gadget. Sumber ilustrasi: PEXELS/ThisIsEngineering

Hakikat Berfikir adalah untuk Kebahagiaan

Kebenaran dapat disampaikan kepada seseorang melalui berbagai macam cara, dengan sangat rinci beserta semua bukti dan segala sarana yang ada. Namun jika orang tersebut tidak memikirkan sendiri kebenaran yang ada secara ikhlas dan jujur dengan tujuan memahami kebenaran, segala usaha tersebut tidak akan ada artinya. Oleh karena itu, ketika rasul-rasul Allah Swt menyampaikan risalah kepada umat mereka, mereka menyampaikannya secara jelas kemudian menyuruh mereka untuk memikirkannya... Tidak ada pemahaman yang bisa diperoleh tanpa kesedian untuk berfikir.

Seseorang yang berpikir akan sangat paham akan rahasia-rahasia ciptaan Allah Swt, kebenaran tentang kehidupan di dunia, keberadaan neraka dan surga, dan kebenaran hakiki dari segala sesuatu.

Ia akan sampai kepada pemahaman yang mendalam akan pentingnya menjadi seseorang yang dicintai Allah Swt, melaksanakan ajaran agama secara benar, menemukan sifat-sifat Allah Swt di segala sesuatu yang ia lihat, dan mulai berpikir dengan cara yang tidak sama dengan kebanyakan manusia. Walhasil ia akan mendapatkan kenikmatan yang lebih dari keindahan-keindahan yang ia saksikan dan melebihi dari yang didapatkan oleh orang lain.

Ini hanyalah sebagian dari keutamaan-keutamaan yang diperoleh seseorang yang berpikir di dunia.

Balasan di akhirat untuk orang yang selalu mencari kebenaran dengan berpikir adalah kecintaan, keridhaan, kasih sayang dan surga Allah Swt.

"Sebagai petunjuk dan pelajaran bagi orang-orang yang berfikir"

(QS. Al mukmin: 54)

Syawal

Jakarta,  August 13 ,  2011




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline