Syukurlah bencana banjir besar pada awal tahun tidak terulang. Tapi hati tetap ketar-ketir karena diperkirakan intensitas curah hujan akan tinggi.
Saya merasakan sendiri betapa repotnya menjadi salah satu korban banjir pada awal tahun 2020. Puluhan tahun tinggal di daerah ini baru saat itu kami kebanjiran.
Banjir sempat merendam rumah selama sehari semalam. Ketinggian air di dalam rumah sekitar 30 centi meter. Sementara di luar rumah ada yang sampai sepinggang orang dewasa.
Untunglah barang-barang sempat kami selamatkan. Tapi perabotan dapur kami biarkan saja mengambang dalam rumah. Sudah capek. Toh kebanyakan berbahan aluminium atau plastik. Jadi tidak takut rusak.
Kerepotan akibat banjir baru kaminrasqkn setelah air surut. Lumpur dengan ketebalan beberapa centi menumpuk di dalam rumah. Belum lagi bau yang menyengat.
Kemalangan semakin kami rasakan karena listrik dipadamkan. Ditambah mesin pompa terendam banjir. Terpaksa harus dibongkar dulu dan dikeringkan. Praktis selama dua hari kami tidak mempunyai persediaan air bersih yang cukup. Hanya mengandalkan sisa air di tandon sebelum datang banjir.
Jadi saya sarankan jangan sekali-sekali mengharapkan datangnya banjir.
Curah Hujan Tinggi
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memperkirakan bakal terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Hal ini terjadi karena memang sudah masuk musim penghujan. Ditambah dengan adanya fenomena El Nina yang memicu terjadinya hujan deras.