Lihat ke Halaman Asli

Ahmad Indra

TERVERIFIKASI

Swasta

Sosok di Balik Sukses Para Pebalap Grandprix Motor

Diperbarui: 18 Agustus 2020   12:20

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Emilio Alzamora saat mendampingi Marc Marquez dalam kompetisi GP 125cc Spanyol I Foto hondaracingcorporation.com

Pada penyuka balap grandprix motor pasti mengenal nama besar macam Valentino Rossi, Casey Stoner, Jorge Lorenzo atau Marc Marquez . Lalu generasi '90-an, saat kejuaraan dunia itu masih mengandalkan mesin 2 langkah, orang mengenal Mick Doohan, Wayne Rainey atau Kevin Schwantz.

Namun orang-orang yang menemukan bakat atau menyokong mereka, bisa jadi jarang orang yang mengetahui. Meskipun di antara para pemain di belakang layar itu pun pernah menjadi jawara di masanya. Yuk, kita tengok siapa saja mereka itu.

Berita lainnya :

1. Giacomo Agostini 

Selain masih memegang rekor gelar juara dunia terbanyak di semua kelas, Agostini pun pernah berkiprah menjadi manajer di ajang yang membesarkan namanya itu. 

Mundur dari lintasan pada 1977, Ago kembali ke paddock pada 1982 sebagai seorang manajer tim. 

Membesut tim yang disokong oleh Marlboro, Marlboro Yamaha Team Agostini, merebut 3 gelar di kelas utama melalui Eddie Lawson pada 1984, 1986 dan 1988. Dan dalam kurun waktu 1986 hingga 1990, pria berpaspor Italia itu pun mengasuh tim di kelas 250cc dan menggaet Luca Cadalora (juara dunia 250cc tahun 1991 dan 1992) dan Alex Criville (juara GP 500cc musim 1999). Karir manajerial Ago di Yamaha berakhir pada 1992. 

Di tahun berikutnya, dia membela pabrikan asal negerinya, Cagiva, hingga tahun 1994 saat pabrikan itu mundur dari grandprix motor. Selama setahun kemudian, Agostini hanya fokus pada Gp 250cc bersama Honda hingga dia benar-benar mundur dari kompetisi balap motor prototype.

2. Kenny Roberts

Kenneth Leroy Roberts dikenal sebagai godfather-nya balap motor asal Amerika Serikat. Roberts adalah seorang pebalap yang aktif pada 1974 - 1983. Bersama Yamaha, Roberts merengkuh gelar pada 1978 - 1980 sekaligus menjadi juara dunia grandprix motor pertama yang berasal dari negeri Paman Sam. Pensiun pada akhir musim 1983, dia lalu fokus menjadi manajer di tim miliknya, Team Roberts. 

Tahun 1990 adalah awal masa keemasan Team Roberts. Mendapat sokongan dari Marlboro, pebalap Team Roberts menjadi raja di dua kelas sekaligus. Wayne Rainey di GP 500cc dan John Kocinski di kelas 250 cc. Rainey pun berhasil mengulangi kesuksesan Roberts dengan menjadi nomor 1 selama 3 tahun berturut-turut, 1990 hingga 1992. Langkahnya terhenti saat mengalami kecelakaan fatal di sirkuit Misano Italia pada 1993  yang membuat kakinya lumpuh. 

Setelah kurang lebih 25 tahun bersama Yamaha, Roberts pun mewujudkan ambisinya menjadi tim yang membangun motornya sendiri. Diapun mendapatkan sponsor dari pabrikan Malaysia, Proton pada 1997 dan lahirlah Proton Team KR yang mengandalkan mesin 2 langkah 3 silinder. Saat regulasi mengubah mesin 2 langkah menjadi 4 langkah, Team KR pun membangun mesin baru berkapasitas 990 cc 5 silinder, menyontoh project awal RC211V Honda.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline