'Panggalan' dalam bahasa brebesan atau dalam bahasa indonesia biasa disebut Gasing (atau juga disebut Gangsing) adalah mainan yang bisa berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu titik. Gasing merupakan mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali. Selain merupakan mainan anak-anak dan orang dewasa, gasing juga digunakan untuk berjudi dan ramalan nasib.
Sebagian besar gasing dibuat dari kayu, walaupun sering dibuat dari plastik, atau bahan-bahan lain. Kayu diukir dan dibentuk hingga menjadi bagian badan gasing. Tali gasing umumnya dibuat dari nilon, sedangkan tali gasing tradisional dibuat dari kulit pohon. Panjang tali gasing berbeda-beda bergantung pada panjang lengan orang yang memainkan.
Di wilayah brebes sendiri permainan Panggalan biasanya dijumpai ada di desa-desa, dilakukan dengan cara adu pukul antar panggalan yang dimainkan oleh anak-anak maupun orang dewasa. Panggalan disuatu daerah berbeda-beda, namun disini umumnya panggalan terbuat dari kayu dengan besi yang ditancapkan diujungnya dan dililit dengan tali yang terbuat dari kain.
Dok.bermain panggalan
Dok. BBC News
Ironis sekali memang, padahal permainan tradisional ini banyak manfaatnya bagi anak-anak antara lain menjadikan anak lwbih kreatif, mengembangkan kecerdasan anak dan lain sebagainya. Sedangkan permainan modern dapat menciptakan anak menjadi malas dan dapat membentuk sifat anak menjadi individual.
#KBC-55
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI