"Permisi, Mas. Masih ada yang bisa dibantu?"
Gue terkesiap mendengar suara itu yang tiba-tiba masuk ke telinga ini. Sekarang, gue hanya bisa mendengar suara orang-orang di sekitar tanpa bisa melihat wajahnya. Iya, gue buta. Belum lama, baru sebulan yang lalu. Penyebabnya apa, gue tidak bisa cerita karena itu membuat gue jadi 'cengeng' lagi. Yang pasti ada penyebabnya. Tidak mungkin gue buta secara tiba-tiba, kan? Hehehe.
"E-eng-enggak ada, Mbak. Saya cuma lagi nunggu kakak saya aja, dia lagi ke toilet." Jawab gue. Gue sedang berada di caffe, dan perempuan yang tadi pasti pelayan di sini. Gue yakin, dia mau mengusir gue dari sini karena sudah terlalu lama menongkrong di tempat kerjanya.
"Kakaknya Mas yang bareng Mas tadi, ya? Saya lihat tadi dia udah keluar, Mas, 10 menit yang lalu,"
"Udah keluar, Mbak? Beneran?"
"Iya, Mas."
Kakak si*lan! Ninggalin adiknya yang buta ini sendirian di sini.
"Kalau gitu saya pulang aja, Mbak."
"Tapi, maaf, Mas. Makanan sama minumannya belum dibayar,"
Deg. Jantung gue seketika berdetak kencang mendengar ucapan pelayan itu. Walau dia bicaranya ramah, namun bisa membuat gue terkejut setengah mati. Astaga. Kakak k*rang *jar!
"Belum dibayar, Mbak?"