Lihat ke Halaman Asli

Marcko Ferdian

TERVERIFIKASI

Mahasiswa Pencinta Monokrom dan Choir

Mudik dengan Kereta? Perhatikan Ini agar Perjalanan Nyaman dan Lancar

Diperbarui: 24 April 2022   18:50

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi Perjalanan Dengan Kereta Api/by veerasak Piyawatanakul/Sumber :Pexels.com 

Saat awal pembatasan sosial, syarat perjalanan kereta cukup ribet karena diwajibkan antigen bagi pelaku perjalanan. Untungnya dengan dilonggarkan syarat, saat ini pelaku perjalanan yang sudah divaksin dosis lengkap, dibebaskan dari kewajiban antigen tersebut.

Perjalanan menggunakan moda kereta api masih menjadi pilihan pelaku perjalanan, karena nyaman dan cepat hanya saja ada beberapa catatan kecil bagi penumpang yang perlu diperhatikan. Kelihatannya sepele namun hal sepele ini dapat menganggu perjalanan

Ilustrasi Jadwal Kereta/by Samson Katt /Sumber : Pexels.com

Teliti dan Disiplin Maka Perjalanan Menjadi Lancar

Pelajaran penting untuk pembaca jika berniat melakukan perjalanan dengan kereta api adalah ketepatan waktu. Sekarang, waktu antara kedatangan kereta dan keberangkatan kereta bisa dikatakan sesuai dengan jam yang tertera  pada tiket. So, pastikan minimal sejam sebelum berangkat sudah harus ready di ruang tunggu stasiun.

Selain ketepatan waktu, pembaca juga harus betul-betul teliti tentang posisi duduk seperti gerbong mana dan kursi nomor berapa.

Salah satu kebiasaan buruk penumpang kereta adalah duduk sembarangan dengan alasan gerbongnya kosong. Misalnya nomor kursi 5B tetapi karena posisi kursinya jauh dari jendela, akhirnya mencaplok kursi lain yang dekat dengan jendela. Kebiasaan ini buruk, sebab fungsi penomoran kursi sesuai tiket adalah untuk memudahkan manifest penumpang jika dalam perjalanan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Ilustrasi Kesibukan Penumpang di Peron/by Gustavo Juliette/Sumber : Pexels.com

Kebiasaan buruk lainnya yaitu tergesa-gesa ingin segera masuk gerbong, seolah-olah takut tempat duduknya "diambil" orang lain padahal sudah tertera dengan jelas nomor kursi di tiket masing-masing. Karena terburu-buru, mereka yang menempati gerbong eksekutif 1 harus bertabrakan di dalam kabin dengan penumpang gerbong 4 yang naik dari gerbong 1.

Hal kecil yang menggambarkan tanggungjawab penumpang adalah masalah pintu gerbong. Jenuh duduk terus pasti ada sehingga jalan-jalan kecil dalam kereta bisa untuk mengusir kejenuhan tetapi, saat membuka pintu antar gerbong, biasakanlah untuk menutupnya kembali. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline