Lihat ke Halaman Asli

Wahai Sahabat Ini Pundakku, Menangislah… (Part 2)

Diperbarui: 26 Juni 2015   15:08

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Filsafat. Sumber ilustrasi: PEXELS/Wirestock

Pesan itu datang lagi, kali ini isinya semakin membuatku khawatir. Dia semakin merasa terpuruk dengan kondisinya, tak ada semangat meniti hidup. Di sisi lain masih ada makhluk Allah yang membutuhkan semangatnya. Semangat untuk makhluk Allah itu berkembang menjadi seorang anak manusia yang lucu dan manis seperti ibunya.

Dalam pesannya, dia menulis, “De’ apa pernah melihat seorang wanita hamil di kantor or rumahnnya terpuruk di sudut kamar mandi sambil menangis tersedu-sedu. Entah apa yang ditangisinya? Itulah saya de’, saya rindu kebersamaanku dengan mantan suamiku yang dulu yang tanpa uang sepeser pun kami saling menguatkan, yang dalam duka kami saling tertawa…

Ya Allah sebegitu menderitanya sahabatku ini dengan kenangan masa lalunya yang tak bisa dilupakan… sebegitu menderitanya dengan kenangan itu hingga untuk meniti hidup ke depannya saja, Ia merasa tak sanggup…

Ya Allah beri dia, sahabat terbaikku kekuatan, kesabaran, ketabahan…

Sekali lagi saya hanya dapat berkata, “Kak... walau saya tak melihatnya...saya dapat merasakan kesedihan yang kamu alami.

Memang cinta selalu membuat para pelakonnya selalu ingin dekat setiap saat

Cinta yang murni itu abadi dalam hati sang pencinta...

Cinta yang murni itu tak dapat dilupakan hingga datang titik pasti yakni kematian.

Mungkin yang kamu alami dulu, cukup jadi kunang-kunang dalam kenangan... biarlah kunang-kunang itu dengan cahaya sucinya jadi pelita bahkan jadi kekuatan buat kamu untuk menapaki hari esok yang lebih baik. Walau berat dan mengurai air mata kenangan itu tetap abadi dalam hati dan semua kan indah pada waktunya...

Doa doa dan doa...menangis, menangislahh pada-Nya...jangan berhenti tuk memohon petunjuk-Nya...


Apabila tersisa sepertiga dari malam hari Allah ‘Azza wa jalla turun ke langit bumi dan berfirman : “Adakah orang yang berdo’a kepadaKu akan Kukabulkan? Adakah orang yang beristighfar kepada-Ku akan Kuampuni dosa- dosanya? Adakah orang yang mohon rezeki kepada-Ku akan Kuberinya rezeki? Adakah orang yang mohon dibebaskan dari kesulitan yang dialaminya akan Kuatasi kesulitan-kesulitannya?” Yang demikian (berlaku) sampai tiba waktu fajar (subuh). (HR. Ahmad)

Kak...Ingat! Allah tidak akan menguji umatnya melebihi batas kemampuan... dan Dia tidak akan pernah meninggalkan kita seorang diri dalam kesusahan.

Suami, teman, sahabat, bahkan orang tua pun akan meninggalkan kita tapi Allah Azza wa jalla tidak akan meninggalkan kita...

Jika bukan diri kita sendiri, siapa lagi yang akan membangkitkan semangat kita dari keterpurukan...?

Jika bukan hari ini atau besok, kapan lagi kita akan bangkit dari kesedihan...?

Ada Allah Taala yang selalu menemani hari-hari kosongmu dan sang baby yang membutuhkan SEMANGAT ta....

Hadis riwayat Ibnu Abbas ra: Bahwa Nabi saw. ketika tertimpa Kesusahan, beliau berdoa: “Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun, tidak ada Tuhan selain Allah Tuhan Yang Memiliki Arsy nan Agung, tidak ada Tuhan selain Allah Tuhan segenap langit, Tuhan bumi serta Tuhan Arsy nan Mulia”. (Shahih Muslim No.4909)

Dan,

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui suatu kalimat yang apabila dia mengucapkannya pasti hilanglah (kemarahan) yang ada padanya, yaitu A’uudzu billaahi minasy-syaithoonir rojiim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaithan yang terkutuk)."

Tangis, Tawa, Marah... Berlindunglah kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk ^_^

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline