Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Stunting dapat ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dari anak -- anak seusianya. Sehingga, hal ini akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan saat ini dan produktivitas anak di masa dewasa mereka nanti.
Yuk guys, kita bahas lebih lanjut mengenai definisi stunting, penyebab terjadinya stunting, gejala stunting, dan upaya pencegahan apa yang dapat kita lakukan.
Apa Itu Stunting?
Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Stunting dapat ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dari anak -- anak seusianya. Menurut WHO (2020), stunting dapat ditandai ketika anak memiliki panjang atau tinggi badan yang berada di bawah -2 standar deviasi (SD) dari standar pertumbuhan seorang anak yang telah ditetapkan.
Penyebab Stunting
Penyebab utama terjadinya stunting yaitu kurangnya asupan nutrisi pada anak dalam jangka waktu panjang (Kronis). Berikut beberapa penyebab terjadinya stunting pada anak, yaitu :
1. Kurangnya asupan nutrisi
Asupan nutrisi yang tidak memadai pada masa kehamilan seorang ibu dan 1000 hari pertama kehidupan (HPK) anak itu sangatlah berpengaruh pada terjadinya stunting. Kurangnya asupan nutrisi ini dapat terjadi karena beberapa hal, sepeti :
-Kurangnya pengetahuan ibu mengenai pola makan yang baik pada anak balita
- Rendahnya penghasilan orang tua, sehingga hal ini dapat mengakibatkan orang tua tidak mampu menyediakan makanan bergizi pada anak mereka