Lihat ke Halaman Asli

mahdalena

Mahasiswi

Pemanfaatan Lintah Medis (Hirudo medicinalis) dalam Pengobatan Gangguan Sirkulasi Darah di Rumah Griya Sehat Alfatah

Diperbarui: 2 Januari 2025   19:14

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Spesies lintah yang di gunakan untuk terapi (Dokumentasi pribadi)

Mahdalena Soleha1, Naeila Putri Ar'ramli2, Rukayah3

1) Tadris Biologi/UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Jawa Barat, 45132, Indonesia., mhdaalnaa1524@gmail.com

2) Tadris Biologi/UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Jawa Barat, 45132, Indonesia., naeilaarromli@gmail.com

3) Tadris Biologi/UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Jawa Barat, 45132, Indonesia., rukayahkayah703@gmail.com

ABSTRAK

Masyarakat Indonesia yang tingkat kemajemukannya tinggi dengan beragam kultur budaya, membawa pengaruh terhadap beragamnya metode pengobatan. Salah satu pengobatan tradisional yang ada saat ini yaitu pengobatan tradisional dengan menggunakan media lintah sebagai penyembuh penyakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas lintah medis dalam pengobatan gangguan sirkulasi darah dan untuk memahami mekanisme kerja lintah medis dalam memperbaiki sirkulasi darah pada pasien dengan gangguan sirkulasi. Penelitian ini dilakukan pada hari Senin, 9 Desember 2024. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan studi literatur, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode pengobatan terapi lintah memiliki peluang kesembuhan yang tinggi untuk berbagai jenis indikasi penyakit terapi lintah. Hal ini dikarenakan lintah mengandung banyak zat yang penuh manfaat bagi tubuh manusia. Hasil analisis terapi lintah ini menunjukkan bahwa terapi lintah baik sebagai tindakan preventif dan pengobatan penyakit.

Keywords: Terapi lintah, hirudotherapy, terapi alami

PENDAHULUAN

Lintah merupakan invertebrata yang sudah dikenal lebih dari 4000 tahun di dunia pengobatan, sebagai alat untuk mengobati banyak penyakit, bahkan pengobatan terapi lintah telah dijalankan di zaman Hippocrates. Pada tulisan sanksekerta, Dhavantari bapak kedokteran India yang memegang nektar dan lintah di salah satu tangannya, terapi lintah juga terdapat pada pengobatan tradisional China dan lukisan lintah obat juga terdapat pada makan Firaun, dalam kedokteran Yunani ditemukan dalam puisi Alexpharmacia oleh Nicandros, seorang dokter Romawi Galen bahkan mengklasifikasi terapi lintah sebagai metode untuk mencapai keseimbangan yang sehat, di dunia islam terapi lintah digunakan oleh Ibnu Shina dalam karyanya yang berjudul The Canon of Medicine sebagai perawatan penyakit kulit dan penyumbatan darah. Terapi lintah diperkenalkan Abdel Latif pada abad ke XII sebagai pembersih jaringan penyakit setelah pembedahan, pada abad ke XIX terapi ini sangat digemari orang-orang Eropa sehingga lintahpun dibudidayakan untuk kebutuhan medis (Rismiati 2012, 1-2).  

Lintah termasuk filum Hirudenia yang berasal dari Hirudo yang berarti lintah, oleh karena itu, pengobatan dengan lintah dikenal dengan istilah Hirudoterapi. Di antara 600 jenis lintah hanya beberapa jenis lintah tertentu yang dapat digunakan untuk Hirudoterapi (Putra 2012, 42). Adapun jenis lintah yang sering digunakan untuk pengobatan adalah Hirudo medicinalis, Hirudinaria manillensis, dan Haemnteria ghilianii. Penggunaan ketiganya sama, hanya saja ketiga jenis ini hanya berbeda ukuran tubuh, yang paling populer adalah jenis Hirudo medicinalis (Rismiati 2012, 12). Para ilmuan terus meneliti lintah terutama pada air liurnya, karena air liur lintah bisa mencegah atau menghentikan pembekuan darah. Ditemukan beberapa senyawa medis yang terdapat pada air liur lintah seperti zat aktif hirudin yang terkandung dalam air liur lintah dan juga callin, histamine dan lainnya. Para dokter beralih ke lintah untuk membantu mengembalikan sirkulasi darah ke jaringan yang dicangkok dan jari atau kaki yang disambung (Rismiati 2012, 18).

Sistem pengobatan modern telah berkembang pesat dimasa sekarang ini dan telah menyentuh hampir semua lapisan masyarakat seiring dengan majunya ilmu pengetahuan, teknologi, kedokteran, farmasi, dan sebagainya. Dewasa ini, praktikpraktik pengobatan medis modern telah berkembang baik, yakni pengobatan medis yang diselenggarakan oleh lembaga pemerintah maupun swasta selalu diikuti dengan perkembangan praktik-praktik pengobatan tradisional. Hal ini menunjukkan bahwa eksistensi pengobatan tradisional terbilang cukup baik serta menjadi model pengobatan alternatif masyarakat Indonesia.Masyarakat Indonesia yang tingkat kemajemukannya tinggi dengan beragam kultur budaya, membawa pengaruh terhadap beragamnya metode pengobatan. Selain metode pengobatan dalam dunia kedokteran modern, terdapat juga metode pengobatan tradisional. Sebagaimana dijelaskan pada pasal 12 ayat (1) dan (2) Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1076 Tahun 2003 tentang penyelenggaraan pengobatan tradisional, dinyatakan bahwa pengobatan tradisional merupakan salah satu upaya pengobatan dan/atau perawatan cara lain diluar ilmu kedokteran dan/atau ilmu keperawatan, sebagai upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan penyakit, dan/atau pemulihan kesehatan (Menkes, 2003).

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline