Lihat ke Halaman Asli

Karut Marut DPT yang Tak Kunjung (Akan) Selesai

Diperbarui: 24 Juni 2015   04:21

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Dulu, diawal kemerdekaan; bangsa ini telah melakukan sensus penduduk sebelum melakukan pemilihan umum.Ketika itu lagu-lagu panggilan pemilihan umum berulang-ulang disiarkan melalui RRI.

5 tahun kemudian, sensus penduduk berulang kembali. Tujuannya sama yaitu untuk mendata jumlah penduduk yang patut memilih.

Sensus penduduk dilakukan ketika itu karena meskipun KTP sudah ada, tetapi keberadaan KTP yang dibuat secara manual oleh masing-masing daerah belum terintegrasi.Sehingga tidak mungkin bisa mendapatkan data penduduk yang sebenarnya.Jumlah penduduk ketika itu masih kira-kira.

Ironisnya, kini dizaman tekhnologi informasi yang begitu canggih seperti saat ini, ternyata sistem kuno itu masih dipakai lagi.Setiap sebelum melaksanakan pemilu sesnsus penduduk dilakukan lagi dengan biaya mubazir yang tidak sedikit.Padahal hasil pendataannya masih juga kira-kira.Sedihnya bangsa yang besar ini.

Kalau dulu, biaya sensusnya cuma sekali dalam 5 tahun.Sedangkan kini sensusnya semakin bertele-tele.Betapa tidak.Sensus pemilu Bupati, sensus pemilu Gubernur, sensus Presiden lagi; makin runyam saja.

Melihat karut marutnya DPT ini, maka tahun 2004 yang lalu; saya pernah mengirimkan saran kepada Presiden dan Dinas Kependudukan agar KTP ditata ulang kembali dengan menggunakan sistem komputer.

Melalaui surat itu saya juga sekaligus memberikan contoh bagaimana seharusnya sistem pendataan KTP itu dibuat.Yaitu dengan sistem Cluster yang dapat dikembangkan untuk masa selanjutnya dan dapat dipergunakan langsung untuk data DPT kapan saja diperlukan. Seperti apa ?, silahkan klik di ® http://dinamikalogis.blogspot.com/2013_10_24_archive.html.   Dengan sistem pendataan KTP electronic yang saya sarankan ini, dimasa yang akan datang sensus penduduk  tidak akan diperlukan lagi.  Trilunan dana mubazir yang disebakan karut marutnya DPT bisa dihemat.

Betapa tidak.  Kalau dalam waktu singkat data yang benar untuk DPT sudah bisa didapatkan; maka tidak akan ada lagi tuntutan kepengadilan, tidak akan ada lagi bentrok antar kubu yang disebabkan kacaunya DPT dan seterusnya.

Meskipun demikian, sungguh sangat disayangkan karena E-KTP yang dibuat saat ini ternyata masih dengan pola mandiri, tidak terintegrasi, pola kuno (banyak kelemahan) yang tidak dapat dikembangkan sehingga tidak bisa sepenuhnya  dipergunakan untuk membantu DPT.

Bila kita masih bertahan dengan sistem pendataan KTP electronic saat ini; yakinlah ,sampai kapanpun DPT akan tetap bermasalah. Jadi tidak ada jalan lain kecuali sistem pendataan KTP electronic saat ini mesti diperbaiki, dirubah seperti apa yang saya gambarkan.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline