Lihat ke Halaman Asli

Analisis Industri Pembuatan dan Pendistribusian Tempe di Gang Jeruju 3

Diperbarui: 8 Juni 2023   15:47

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Penyimpanan Tempe

Indonesia  merupakan negara dengan kekayaan alam yang besar dan lahan pertanian yang luas dari beberapa negara (Trisna, 2017). Selain itu, lingkungan alamnya cocok untuk membudidayakan segala jenis tumbuhan, termasuk padi yang merupakan makanan pokok Indonesia. Lahan juga bisa ditanami jagung, kedelai dan umbi-umbian, dan lahan perkebunan bisa ditanami sawit (Trisna, 2017).

Salah satunya adalah tempe, makanan tradisional Indonesia yang terbuat dari kedelai dan difermentasi dengan ragi (Pastyo et al., 2020). Tempe umumnya dibuat secara tradisional dari kacang kedelai dan sudah dikenal di Indonesia sejak zaman dahulu. Tempe mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, lipid, karbohidrat, dan mineral. Industri tempe Indonesia didominasi oleh produsen kecil dan menengah. Menurut data Standar Nasional Indonesia (SNI) tahun 2009, baru sekitar 5% industri tempe yang menerapkan kebijakan sanitasi (SNI 2009). Prinsip higienis meliputi proses produksi menggunakan double heating, kebersihan dan kesehatan pekerja, kebersihan lingkungan dan alat yang digunakan (Bintari 2013; Bintari & Maskar 2012).

Penelitian dilakukan di pabrik pembuatan tempe Pak Zainal di kelurahan Sungai Beliung, Kabupaten Pontianak Barat. Penelitian berlangsung pada tanggal 26 Mei 2023, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, dan data yang dikumpulkan berupa data primer. Pembuatan Tempe yang diproduksi oleh Bapak Zainal masih dilakukan secara tradisional yaitu dengan bahan baku dari kacang kedelai yang sudah dibersihkan kemudian kedelai direndam selama ± 1 malam lalu digiling dengan mesin untuk memisahkan kulitnya, setelah bersih kemudian tempe dikukus dan ditiriskan setelah itu tempe siap diaduk dengan ragi sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan, setelah proses pencampuran ragi sudah rata kacang kedelai dapat dicetak dan kemudian didiamkan selama 1 sampai 2 hari kemudian tempe siap dipasarkan. Pendistribusian yang dilakukan oleh pak zainal yaitu dengan menjual tempe hasil olahannya ke pasar flamboyant dengan harga satu papan Rp. 20.000 dan dipotong menjadi 4 dengan harga satuan Rp.5.000. (PENULIS- Lailatul Badriah 12103070 & Mardia Autia Putri 12103105)

Salah satu karyawan di pabrik pak zainal




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline