Lihat ke Halaman Asli

Luthfan Radifan

Mahasiswa Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Angklung Sered: Perjalanan dari Masa Pra Kemerdekaan ke Masa Pasca Kemerdekaan Indonesia

Diperbarui: 7 Juni 2023   15:12

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Seni. Sumber ilustrasi: Unsplash

Kebudayaan merupakan buah dari peradaban. Di setiap peradaban selalu menciptakan produk kebudayaan yang salah satunya adalah musik tradisi. Indonesia, negara kepulauan yang kaya akan keberagaman budaya, juga memiliki warisan musik tradisional yang memikat hati dan menggugah jiwa. Musik tradisional Indonesia merupakan cerminan dari kekayaan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam musik tradisional ini, kita dapat merasakan keunikan dan keindahan yang tak tertandingi, serta mengenal beragam alat musik yang khas dan gaya bermusik yang unik.

Musik tradisional Indonesia telah ada sejak zaman kuno dan terus berkembang seiring perjalanan waktu. Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas musik tradisionalnya sendiri, yang dipengaruhi oleh budaya, adat istiadat, dan lingkungan masing-masing. Musik tradisional Indonesia terlahir dari kebutuhan masyarakat untuk berkomunikasi, mengungkapkan perasaan, merayakan acara penting, atau sebagai hiburan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu hal yang menarik dari musik tradisional Indonesia adalah keberagaman alat musik yang digunakan. Setiap daerah memiliki alat musik tradisional yang unik, baik yang terbuat dari logam, kayu, bambu, kulit binatang, ataupun bahan-bahan alami lainnya. Contohnya, gamelan dari Jawa, angklung dari Jawa Barat, sasando dari Nusa Tenggara Timur, kolintang dari Sulawesi, dan masih banyak lagi. Setiap alat musik tradisional memiliki karakteristik suara yang khas dan mempunyai peran penting dalam menciptakan keindahan musik tradisional Indonesia.

Indonesia, dengan keanekaragaman budayanya, memiliki banyak jenis alat musik tradisional yang memukau. Salah satu yang menonjol adalah angklung sered. Angklung sered memiliki sejarah yang kaya dan panjang. Instrumen ini telah ada sejak zaman kerajaan di Jawa Barat, dan telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Sered. Dipercaya bahwa angklung sered memiliki aspek mistis yang kuat, dan digunakan dalam berbagai upacara adat, perayaan budaya, dan acara keagamaan. Angklung sered dianggap memiliki kekuatan spiritual yang dapat berkomunikasi dengan dunia gaib dan mendatangkan keberkahan. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi asal-usul, karakteristik, dan keunikan angklung sered.

A. Apa itu Angklung Sered?

Angklung Sered adalah seni pertunjukan yang beradu kekuatan fisik menggunakan waditra (alat musik) angklung dengan cara saling mendorong (silih sered). Fisik yang terlibat adalah betis, lengan, dan bahu. Awalnya angklung hanya digunakan sebagai tangara, kemudian berubah menjadi kalangenan, akhirnya berubah menjadi adu kekuatan. Fungsi awalnya sebagai sarana adu jajaten, kemudian berubah menjadi hiburan, dan kini digunakan sebagai media pendidikan yang dikembangkan dalam mata pelajaran seni budaya dalam kegiatan ekstrakurikuler di lembaga formal (Agus Ahmad, 2022). Instrumen yang digunakan dalam pertunjukan Angklung srered adalah: angklung, dogdog, gendang dan kempul. Terdapat 11 angklung yang digunakan dalam setiap kelompok, 4 dogdog, dan 1 set gendang

Ciri khas utama dari angklung sered adalah menggunakan tabung bambu yang diatur sedemikian rupa sehingga menghasilkan suara saat digoyangkan. Setiap tabung bambu memiliki panjang yang berbeda dan menghasilkan nada yang berbeda pula. Biasanya, angklung sered dimainkan oleh sekelompok orang, di mana setiap individu memegang satu atau beberapa tabung bambu dan mengikuti petunjuk pemimpin musik.

Salah satu hal menarik tentang angklung sered adalah komunikasi yang terjadi antara pemain dan instrumen. Pemain harus memiliki kepekaan yang tinggi terhadap gerakan dan getaran instrumen untuk menghasilkan melodi yang harmonis. Keakraban antara pemain dan angklung sered membawa keajaiban musik yang tiada tanding.

Angklung sered juga memiliki nilai edukatif yang tinggi. Selain sebagai instrumen musik, angklung sered digunakan sebagai alat pendidikan dalam membentuk kedisiplinan, kerjasama tim, dan meningkatkan kreativitas. Banyak lembaga pendidikan di Indonesia yang mengajarkan angklung sered sebagai bagian dari kurikulum seni dan budaya, sehingga generasi muda dapat mempelajari dan mengapresiasi keindahan musik tradisional ini.

B. Fungsi dan Cara Penyajian Angklung Sered Balandongan

  • Sebelum Kemerdekaan Indonesia

Pada masa sebelum kemerdekaan, angklung digukakan sebagai isyarat berupa bunyi yang mengandung beberapa makna. Bunyi suara angklung dapat bermakna adanya serangan penjajah, adanya tamu yang datang, dengan penyajian bunyi yang telah disepakati bersama oleh masyarakat kawasan Balandongan Tasikmalaya Jawa Barat.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline