Gempa bumi merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia yang terletak di kawasan rawan gempa akibat pertemuan tiga lempeng tektonik: Eurasia, Indo-Australia dan Pasifik. Interaksi antara ketiga lempeng yang membentuk jalur tersebut mengakibatkan terjadinya gempa bumi baik secara vulkanik maupun tektonik di Indonesia. Selain itu, hal ini juga menambah risiko tsunami bagi wilayah pesisir dan tanah longsor di daerah pegunungan Indonesia.
Tingginya frekuensi gempa bumi yang menyebabkan kerusakan infrastruktur, kehilangan nyawa, dan dampak sosial-ekonomi yang signifikan. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang bencana dan kesiapsiagaan yang rendah menjadi faktor utama yang memperburuk dampak gempa.
Apa saja pola gempa bumi yang terjadi di Indonesia pada tahun 2024?
Pada tahun 2024, Indonesia mengalami berbagai pola gempa bumi yang signifikan, dengan beberapa kejadian merusak yang tercatat. Berikut adalah ringkasan pola dan kejadian gempa bumi di Indonesia sepanjang tahun 2024:
Tanggal, Lokasi, Magnitudo, Dampak, Penyebab
1 JanuariKab. Sumedang , Jawa Barat; 4,5 ; Kerusakan fasilitas umum, Aktivitas sesar aktif
3 JanuariBanten , Tangerang; 5,9 ; Kerusakan bangunan, Aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia menunjang ke bawah lempeng Benua Eurasia
22 MaretTuban , Jawa Timur; 5,9 ; Kerusakan bangunan, Aktivitas sesar aktif di laut Jawa dengan mekanisme pergerakan geser (strike-slip).
27 April Kab. Garut , Jawa Barat; 6,2 ; Kerusakan Infrastruktur, Aktivitas patahan aktif
7 MeiParigi Moutong, Sulawesi Tengah; 4,8 ; Hanya getaran, Aktivitas Sesar Sausu
7 MeiPacitan , Jawa Timur; 5 ; Hanya getaran, Aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia