Lihat ke Halaman Asli

Lutfi Jailani

Mahasiswa universitas Islam negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Memperaktekkan Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia dan Kaitannya dengan Ajaran Islam dalam Kehidupan Sehari-Hari

Diperbarui: 21 November 2023   16:21

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Memperaktekkan Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia dan Kaitannya dengan Ajaran Islam dalam Kehidupan Sehari-hari

Pertama-tama, penting untuk diingat bahwa Islam adalah agama yang luas dan memiliki beragam pandangan dalam hal politik dan pemerintahan. Tidak ada satu pandangan tunggal tentang bagaimana Islam harus diterapkan dalam konteks pemerintahan. Dalam kasus Indonesia, pendekatan yang diambil adalah menghormati keberagaman masyarakat dan menjadikan Pancasila sebagai dasar negara, yang menghargai prinsip-prinsip dasar seperti ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial.

Indonesia sebagai salah satu negara terbesar di dunia, memiliki populasi yang beragam dan kompleks. Negara ini telah mengalami sejarah yang panjang dan beragam dalam pengembangan sistem pemerintahannya. Dalam beberapa tahun terakhir, demokrasi telah menjadi sistem politik yang dominan di Indonesia. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, demokrasi di Indonesia juga memiliki hubungan yang erat dengan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dalam esai ini,saya akan menjelaskan menurut pendapat saya ,bagaimana demokrasi diterapkan di Indonesia dan bagaimana ajaran Islam mempengaruhi pelaksanaannya dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Demokrasi di Indonesia:

Demokrasi adalah sistem pemerintahan di mana kekuasaan berasal dari rakyat. Di Indonesia, sistem demokrasi ini diterapkan sejak era reformasi pada tahun 1998 yang mengakhiri rezim otoriter orde Baru. Dengan adanya demokrasi rakyat Indonesia memiliki hak untuk memilih pemimpin mereka dalam pemilihan umum, mengungkapkan pendapat mereka, dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan dalam berpolitik.

Pemilihan umum di Indonesia diadakan secara bertahap mulai dari pemilihan presiden, anggota legislatif, hingga pemilihan kepala daerah(kades).Ini adalah langkah dalam pelaksanaan demokrasi yang memungkinkan rakyat Indonesia untuk memilih pemimpin mereka yang dianggap akan mewakili kepentingan mereka di tingkat nasional maupun lokal bahkan internasional.Selain itu, berbagai partai politik dengan beragam pandangan politik juga memiliki kesempatan untuk bersaing dalam pemilihan umum.

Kaitan dengan Ajaran Islam:

Indonesia adalah salah satu negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia, dan Islam memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakatnya. Ajaran Islam memiliki hal atau dampak yang signifikan pada pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Salah satu prinsip penting dalam Islam adalah keadilan, dan konsep ini sejalan dengan nilai-nilai demokrasi, Keadilan dalam Islam mencakup perlakuan yang adil terhadap semua orang, tanpa memandang agama, ras,suku, atau status sosial.

Demokrasi juga mempromosikan prinsip-prinsip keadilan, seperti hak suara yang sama untuk semua warga negara dan perlakuan yang adil dalam hukum. oleh karena itu, ajaran islam di Indonesia dapat mendukung pelaksanaan demokrasi di Indonesia dengan menekankan pentingnya keadilan dalam mengambilan keputusan politik.

Selain itu, Islam juga mengajarkan nilai-nilai seperti musyawarah atau berunding dan shura atau konsultasi. dalam islam, pemimpin diharapkan untuk mendengarkan pendapat dan nasihat dari masyarakatnya sebelum mengambil keputusan penting. Prinsip-prinsip ini juga sejalan dengan proses demokratis di mana pendapat rakyat dihargai dan dipertimbangkan dalam pengambilan sebuah keputusan politik.Namun penting untuk dicatat bahwa ada berbagai pandangan dalam Islam tentang demokrasi. Beberapa kelompok mungkin memiliki pandangan yang berbeda tentang bagaimana demokrasi harus diterapkan dalam kerangka nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, penting untuk terus berdiskusi atau berdialog untuk mencapai suatu pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana demokrasi dan Islam dapat saling melengkapi.

Demokrasi dan Toleransi Agama:

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline