Lentera Festival 2024 di Tangerang, yang digadang-gadang sebagai festival musik meriah dengan sederet band ternama, berujung pada kekecewaan, kerusuhan, dan dugaan pelanggaran HAM. Alih-alih menjadi hiburan, festival ini meninggalkan luka dan kerugian bagi banyak pihak.
Kekecewaan yang Berujung Amarah
Penonton yang telah membeli tiket dan menantikan penampilan idola mereka harus menelan kekecewaan pahit. Penundaan dan pembatalan beberapa band secara mendadak memicu amarah dan frustrasi. Hal ini diperparah dengan dugaan penipuan dan penggelapan dana oleh panitia, yang semakin memperburuk situasi.
Kerusuhan dan Kerugian
Kekecewaan meledak menjadi kerusuhan. Para penonton yang marah membakar panggung, merusak peralatan musik, dan menjarah properti festival. Akibatnya, terjadi kerusakan parah dan kerugian finansial yang signifikan bagi pihak penyelenggara dan vendor yang terlibat.
Pelanggaran HAM: Antara Penonton, Panitia, dan Aparat
Di tengah kekacauan, muncul dugaan pelanggaran HAM dari berbagai pihak. Penonton dirugikan haknya atas keamanan, informasi, dan perlindungan konsumen. Panitia diduga melakukan penipuan dan penggelapan dana, serta lalai dalam memastikan kelancaran dan keamanan acara. Aparat keamanan pun dipertanyakan dalam penggunaan kekuatannya saat menanggapi kerusuhan.
Siapakah yang Dirugikan?
Dampak Lentera Festival 2024 tidak hanya dirasakan oleh penonton. Para vendor yang terlibat dalam festival juga mengalami kerugian materiil akibat kerusakan dan penjarahan. Panitia festival pun terancam hukuman pidana atas dugaan penipuan dan penggelapan dana.
Pelaku dan Pertanggungjawaban
Ketua panitia festival telah ditangkap oleh pihak kepolisian atas dugaan penipuan dan penggelapan dana. Namun, investigasi lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap semua pihak yang terlibat dan memastikan mereka mendapatkan hukuman yang setimpal.