Perjalanan saya ke Lombok di penutupan tahun 2015 kemarin, menyisakan catatan wisata dan pengalaman unik dalam mengatur jadwal trip. Saya akui, ngetrip ke Lombok awal mulanya karena “kepo” terhadap indahnya cerita tentang objek wisata.
[caption caption="Pantai Seger, Birunya Laut Membirunya Langit"][/caption]
Gara-gara Medsos
Sebelum liburan, saya sudah menentukan pilihan ke mana saya berlibur. Ya, Lombok jadi pilihan utama. Sedangkan tetangganya Bali sebagai tempat transit dan janjian ketemuan dengan teman saja, bersyukur kalau teman saya di Bali mengajak ngetrip ke tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya.
Apanya yang menarik di Lombok? Sebagai “follower” di medsos, agaknya Pantai Pink (Pantai Tangsi) menarik perhatian saya karena pantai ini katanya berwarna pink. Tak hanya itu, deretan pantai di sekitar Pantaim Kuta Lombok juga tak lepas dilirik oleh para netizen yang gemar ngetrip. Disebut antara lain Pantai Kuta, Pantai Mandalika, Pantai Seger, Tanjung Aan, Batu Payung, pantai Mawun.
Instagram lebih banyak memamerkan foto-foto keindahan objek wisata di samping Facebook. Coba saja berselancar dengan menggunakan hashtag #kelilinglombok #lombokexperience #explorelombok #wisatalombok si Instagram. Wow betapa indah dan mempesonanya Indonesia.
[caption caption="Senja Memerah di Pantai Kuta"]
[/caption]
Setelah yakin bahwa pantai Pink dan pantai sekitar Kuta akan menjadi bagian dari ngetrip saya maka saya pun menetapkan kapan berangkat dan berapa lama ngetrip di Lombok.
Beli Tiket Pesawat dan Voucher Hotel secara Online
Beli atau pesan kebutuhan secara online, kini sudah tak asing lagi bagi traveler. Karena begitu mudahnya maka saya tak lewatkan untuk booking tiket pesawat (E-ticket) dan hotel voucher secara on line hanya menggunakan smartphone saya. Pesan jauh-jauh hari lebih murah, ketimbang pesan secara mendadak. Itu pengalaman saya. Tak hanya itu, bila batal saya juga bisa mendapat “refund” sesuai dengan syarat dam kondisi yang sudah ditentukan.
[caption caption="Hotel di Pantai Kuta"]
[/caption]
Kenyamanan lain berupa diskon atau “ongoing promo” mulai dari 10% hingga 75% atau Rp. 50.000,- hingga Rp. 100.000,- seperti penyedia jasa on line Tra**loka. Untuk transaksi saya lebih suka bayar di ATM, meski sebenarnya bisa bayar dengan menggunakan kartu kredit atau sms banking.
E-ticket yang saya pesan sudah ada di tangan. Tiket pesawat (31/12/2015) dari Bandara A Yani Semarang (SRG) menuju ke Lombok Praya International (LOP) dengan durasi 2 jam 45 menit sudah di tangan. Ketika masuk ke bandara Semarang, kepada petugas saya cukup menunjukkan E-ticket dari HP. Demikian juga ketika check-in hotel di Kuta (01/01/2016), cukup menunjukkan voucher yang sudah ada di HP. Sejauh ini, semua lancar dan tidak ada masalah.