Lihat ke Halaman Asli

Siti Awaliya Yuniarti

Penyuluh Agama Islam

Bekal untuk Ibadah Haji dan Umroh

Diperbarui: 30 Mei 2022   14:53

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Pasca pandemi panjang di tahun 2019 sampai 2021, pada tahun ini Pemerintah Arab Saudi kembali membuka kesempatan bagi umat Islam sedunia untuk bisa melaksanakan rukun Islam yang kelima. 

Meski masih dibatasi  jumlah jama'ah dari segi umur, kesehatan dan total pesertanya. Namun kebijakan ini telah menggugah semangat muslimin dan muslimat di seantero bumi untuk kembali berduyun-duyun menziarahi tanah Haromain (Mekah dan Madinah)       

Pelaksanaan haji dan umroh merupakan  perjalanan ibadah dalam rentang waktu yang tidak singkat, dalam jarak cukup jauh, dan biaya yang tidak sedikit. Dibutuhkan beberapa bekal untuk bisa melakukannya. Berikut ini beberapa hal yang mesti disiapkan bagi kaum muslimin dan muslimat yang hendak mengerjakan ibadah haji maupun umroh.

  1. Bekal Spiritual, meliputi :

Bekal Takwa

Allah telah mengingatkan kita untuk berbekal dalam menunaikan rukun kelima ini disebutkan dalam surat Al Baqarah ayat 197 yang artinya "(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. 

Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal."

Bekal ini mutlak diperlukan untuk memperteguh dan memperkuat hati dalam melaksanakan ibadah haji. Banyak orang yang masih ketakutan dengan kabar-kabar, bahwa kelak di tanah suci dosa atau keburukan yang kita lakukan di tanah air akan dibalas di sana. 

Sugesti ini yang kadang menggerogoti hati sehingga menjadikan urung berangkat haji. Lakukan amalan-amalan menuju jalan takwa seperti perbanyak sholat sunah, puasa sunah, baca Al Qur'an, dzikrulloh dan sedekah. Semoga dengan amalan ini Allah meneguhkan dan melancarkan ibadah di tanah suci.

Niat ikhlas

Niat ini salah satu yang menentukan diterima atau tidaknya semua ibadah yang kita lakukan. Buanglah niat ibadah haji semata karena ingin dipanggil pak haji atau bu hajjah. Jangan pula berpikir ke tanah suci semata untuk piknik, dagang atau lainnya. Cukuplah niat "Lillaahi ta'ala" , semata-mata karena Allah kita penuhi panggilan-Nya.

  1. Bekal Ilmu

Selain niat yang tulus ikhlas agar ibadah diterima Allah, ikhtiar selanjutnya adalah berbekal ilmu manasik haji dan umroh. Untuk mengetahui mana rukun, syarat , wajib haji dan sunahnya tentu kita harus mempelajari tuntunannya. Ibadah haji dan umroh ini, ibadah yang sangat kompleks, meliputi banyak aspek. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline