"Hari gini bahas Goal Setting?! Telat, dong. Seharusnya tuh di bulan Januari."
Di akhir Desember 2021, kata goal setting mulai muncul di satu dua email. Kemudian di awal Januari 2022, kata itu menjadi subject yang paling populer di banyak email.
Seph Fontane Pennock mengatakan jika goal setting penting. Goal Setting dapat membangkitkan motivasi, mempertahankan fokus, dan menolong kita menemukan solusi suatu masalah.
Apa Itu Goal Setting?
Dulu saya pernah bermimpi, namun tidak mengerti bagaimana membuat mimpi itu menjadi suatu kenyataan. Maklumlah, saya adalah INFJ yang tahunya hal yang global dan kurang memperhatikan hal yang detail.
Perlahan-lahan saya belajar, hingga akhirnya saya menemukan jika goal setting adalah strategi untuk mencapai target di masa depan dengan menentukan batasan waktu.
Mengapa Goal Setting Penting?
Goal Setting menjadi penting karena berperan sebagai motivator saat kita ingin memperbaiki hidup dan mempelajari keahlian-keahlian baru.
Misalnya di tahun 2000, saya dan putri kecil sering sakit. Saya lalu menargetkan untuk sehat.
Di situlah, goal setting menjadi penuntun fokus saya. Selangkah demi selangkah, juga dengan bantuan dari seorang sahabat dan orangtua saya, kami berdua dapat hidup lebih sehat.
Bagaimana Menyusun Goal Setting?
Modal dasar menyusun goal setting adalah perencanaan, motivasi, pengaturan waktu, fleksibel, komitmen, dan fokus.
Lalu, ada 3 jenis Goal Setting, yaitu:
- Time Goal
- Focus Goal
- Topic-Based Goal
Time Goal, yaitu menyusun goal setting jangka pendek atau jangka panjang. Atau biasanya mulai dengan menetapkan goal jangka panjang (tahun), yang kemudian dipecah-pecah ke dalam jangka pendek (bulan dan minggu).