Lihat ke Halaman Asli

Sejenak Waktu Itu

Diperbarui: 26 Juni 2015   11:48

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Suara jam di bukit itu menterorku
hingga langit berhenti untuk bernafas
dan udara keharuan menguliti kehampaan
setiap langkah kaki yang tersia-sia

Aku tak lagi ingin menunggu kehadiran
semua panenan hanya bisa kau nikmati
di Nirwana atau kawacandradimuka
yang menghibur jutaan jiwa-jiwa gelisah

Sejenak saja
Kuabadikan sesaat keberangkatan kereta
penuh ampun atas segala Debu bertaburan
menuju dentang-dentang jam berikutnya

Gresik-Yogja 2010

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline