Lihat ke Halaman Asli

Lara Maras

mahasiswi

Senandung Aksara, Sarana Mengasah Keberanian dan Kreativitas Literasi Siswa SMPN 2 Batu Layar oleh Mahasiswa Kampus Mengajar 8

Diperbarui: 27 Desember 2024   23:14

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pendampingan Program Senandung Aksara di SMPN 2 Batu Layar (Sumber: Lara, 2024)

Batu Layar, Lombok, NTB - Kampus Mengajar (KM) merupakan salah satu program unggulan dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Kampus Mengajar adalah program yang memberikan kesempatan bagi para mahasiswa, untuk belajar di luar program studi selama satu semester.

Dengan adanya program ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia pekerjaan. Kemudian, dapat berkolaborasi dengan para guru di sekolah penempatan sehingga memiliki kesempatan menjadi agen perubahan dalam pendidikan di Indonesia dalam bentuk rancangan aksi kolaborasi (RAK).

Program ini bertujuan untuk membantu guru dalam penguatan literasi dan numerasi di sekolah.

Salah satu program yang dilakukan oleh mahasiswa kampus mengajar angkatan 8 di SMPN 2 Batu Layar untuk meningkatkan literasi, yaitu Senandung Aksara.

Pelaksanaan Program Senandung Aksara di SMPN 2 Batu Layar (Sumber: Lara, 2024)

Senandung aksara merupakan program kerja yang dirancang untuk meningkatkan literasi dalam hal membaca dan menulis. Program ini dilaksanakan setiap pagi hari selasa, rabu, dan kamis pada saat para siswa baris pagi.

Hal yang dilakukan dalam program senandung aksara, yaitu membawakan berbagai macam karya tulis seperti puisi, pantun, cerita pendek, cerita rakyat, cerita daerah, dan pidato. 

Dalam kegiatan ini, setiap siswa yang terpilih untuk maju ke depan akan membawakan satu buah karya tulis yang sudah mereka persiapkan. Sebelum itu, tim mahasiswa kampus mengajar akan melakukan pendampingan tentang karya tulis yang akan mereka bawakan.

Dalam satu hari terdapat dua orang siswa yang maju. Mereka secara bergiliran akan menyampaikan karya tulis tersebut.

Hal ini mampu memberikan siswa pengalaman tampil di depan banyak orang, sekaligus mengasah kemampuan kreativitas siswa dalam menulis.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline