JEMBER -- Bisnis pembuatan running teks dipilih oleh Lapas Jember, Kanwil Kemenkumham Jawa Timur untuk diajarkan kepada warga binaannya. Dibuka beberapa hari yang lalu, pelatihan kemandirian tersebut akhirnya dimulai pada Rabu (26/10/2022) di Aula Lapas. 20 warga binaan menjadi peserta dalam pelatihan hari pertama tersebut.
Para warga binaan diberikan teori mengenai alat, bahan, dan cara pemasangan oleh 3 orang guru SMKN 2 Jember yang menjadi instruktur dalam pelatihan kemandirian tersebut. "Running teks ini banyak digunakan oleh pebisnis untuk promosi diberbagai bidang. Biasanya kita promosi untuk salah satu nama took, jam waktu sholat, dan lainnya," sebut Arif Arrohman, salah satu instruktur.
"Awal mula kita kasih teori perkenalan bahan, alat dan juga cara pemasangan. Selanjutnya nanti kita praktiknya langsung terjun untuk membuat sendiri," lanjut Arif.
Pelatihan Kemandirian yang akan digelar selama 12 hari tersebut diberikan untuk bekal warga binaan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat nanti. "Untuk bekal mereka menyambung hidup. Running teks sekarang ini banyak yang membutuhkan. Inshaallah akan sangat berguna untuk ditekuni setelah bebas nanti" kata Agus Yanto, Kasi Kegiatan Kerja Lapas Jember. Dikatakan Agus pula bahwa Lapas Jember, Satker Pemasyarakatan dibawah naungan Kanwil Kemenkumham Jawa Timur tersebut telah memberikan 4 pelatihan selama tahun 2022.
"Pelatihan pembuatan running teks ini adalah pelatihan keempat. Nanti pelatihan handicraft adalah kelima," kata Agus diakhir keterangannya.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H