Strategi Komunikasi Kesehatan dalam Upaya Membangun Partisipasi Publik pada Masa Pandemi Covid-19
Saya mengambil judul artikel strategi komunikasi Kesehatan dalam upaya membangun partisipasi public pada masa pandemic covid-19 engan dikaitkan Healt Belief Model (HBM). Healt Belief Model sendiri untik memprediksi perilaku Kesehatan preventif dan juga respon prilaku untuk pengobatan pasien dengan penyakit akut dan kronis namun juga untuk memprediksi berbagai perilaku yang berhubungan dengan Kesehatan.
Antara kedua ini sangat berhubungan karena membahas tentang Kesehatan. Staretegi komunikasi Kesehatan dalam upaya membangun partisipasi public pada masa pandemic covid-19 menjadikan bincangan seluruh warga Indonesia hingga sampai seluruh dunia. Healt Belief model prilaku setelah terkena covid-19 akan merubah prilaku hingga merubah seluruh kegiatan manusia hingga pekerjaan,sekolah bagi siswa dll.
Adanya pandemi covid-19 yang dirasa cukup tiba-tiba menyebabkan kebingungan dari semua sektor, salah satunya adalah sektor Kesehatan. Menggakibatkan banyak Sektor kesehatan di Indonesia terlihat belum siap dengan adanya pandemi ini dalam mengkomunikasikan virus Covid-19 kepada masyarakat. Banyak perubahan yang terjadi di Indonesia secara tiba-tiba sehingga warga Indonesia tidak siap mengahadapi Covid-19.
Oleh karena itu, komunikasi kesehatan yang merupakan bagian dari komunikasi massal menjadi salah satu model komunikasi yang dapat menjembatani kepada masyarakat luas tentang kesehatan Fokus dalam penelitian ini adalah strategi komunikasi kesehatan dalam masa pandemi covid-19.
Saat ini kondisi dunia tengah dilanda pandemi, yakni pandemi covid-19. Covid-19 telah di identifikasi sebagai penyakit pernapasan yang menular (Kannan, Shaik Syed Ali, Sheeza, & Hemalatha, 2020).
Ada beberapa dari Healt Belief Model yang berhubungan dengan strategi komunikasi Kesehatan dalam upaya membangun partisipasi publik pada massa pandemi covid-19,Demographic variable ada beberapa yang pertama isyarat bertindak Pemerintah Republik Indonesia telah berupaya untuk melakukan langkah-langkah pencegahan dalam menangani pandemi covid-19.
Beberapa langkah tersebut adalah sosialisasi tentang physical distancing, social distancing, Stay at Home, gerakan 3M, sampai larangan untuk mudik lebaran (Kemenkes, 2020).
Yang ke dua kemungkinan kena, kemungkinan kena sangat besar karena covid-19 adalah virus gampang menular dengan cara bersin atau cara yang lainya. Yang ketiga keparahan COVID-19 menyebar dengan cepat, menyebabkan jutaan infeksi dan kematian di seluruh dunia. Banyak negara mengalami penurunan ekonomi yang signifikan, dengan banyak bisnis tutup atau berkurang operasionalnya.
Yang ke empat keuntungan Dampak dari komunikasi kesehatan adalah meningkatnya permintaan terhadap produk atau layanan kesehatan, mudahnya mengakses layanan kesehatan dan pemahaman masyarakat terhadap kesehatan modern. Yang ke lima biaya pengorbanan banyak penggeluaran yang karna dampak covid-19.
Adanya pandemi covid-19 yang dirasa cukup tiba-tiba menyebabkan kebingungan dari semua sektor, salah satunya adalah sektor kesehatan. Sektor kesehatan di Indonesia terlihat belum siap dengan adanya pandemi ini dalam mengkomunikasikan virus Covid-19 kepada masyarakat.