Lihat ke Halaman Asli

Behavioristik vs Teori Belajar Lain: Kapan dan Bagaimana Diterapkan?

Diperbarui: 5 Januari 2025   12:06

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Teori belajar behavioristik Sumber : Nesabamedia

By Lailatul Masroh 

Abstrak

     Dalam dunia pendidikan, teori belajar menjadi fondasi penting dalam menentukan pendekatan pembelajaran. Salah satu teori yang kerap digunakan adalah behavioristik. Namun, seiring perkembangan zaman, teori ini sering dibandingkan dengan teori belajar lainnya, seperti kognitivisme, konstruktivisme, dan humanisme. Artikel ini akan membahas perbedaan utama teori belajar tersebut serta kapan dan bagaimana penerapannya dalam konteks pendidikan.

Behavioristik Fokus Pada Perilaku Terlihat

   Teori behavioristik dalam psikologi pendidikan dan pembelajaran berfokus pada perilaku yang dapat diamati (observable behavior). Teori ini menyatakan bahwa semua perilaku manusia dapat dijelaskan, diprediksi, dan dimodifikasi melalui hubungan antara stimulus (rangsangan) dan respons (reaksi). Teori behavioristik berakar pada gagasan bahwa belajar adalah perubahan perilaku yang dapat diamati. Para tokohnya seperti B.F. Skinner, Ivan Pavlov, dan Jons Watson menekankan pentingnya penguatan (reinforcement) dan hukuman dalam membentuk perilaku. 

Kapan Behavioristik Diterapkan?

Pembelajaran keterampilan dasar: Seperti membaca, menulis, atau menghafal, dimana pengulangan dan penguatan sangat efektif.

Pengembangan disiplin: Digunakan untuk membangun kebiasaan baik dengan sistem reward dan punisment. 

Lingkungan terstruktur: Cocok untuk situasi di mana hasil akhir lebih penting daripada proses berpikir.

Contoh Penerapan

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline