Lihat ke Halaman Asli

Lailatul Fajri Hadayati

Pelajar SMAN 3 Mojokerto

Buku "Di bawah Langit yang Sama"

Diperbarui: 11 November 2023   17:06

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

dokpri

Saya suka sekali membaca buku novel. Terlebih lagi bergenre fiksi remaja atau romansa. Sebisa mungkin setiap seminggu sekali, saya meluangkan waktu untuk membaca buku. Saya biasanya meminjam buku dari perpustakaan sekolah. Kali ini saya menemukan buku yang berjudul "Dibawah Langit yang Sama"Sebuah buku yang menarik perhatian saya. Sampulnya terlihat begitu cantik dengan sedikit hiasan motif bunga dan kupu-kupu. Dibalut warna ungu, putih yang menambah kesan indah. Saya lantas membaca sinopsis sampul belakang buku ini.

Di kotaku, gadis-gadis berkebaya meriung merangkai bunga. Menyanyikan kidung. Juga membicarakan tentang cinta, yang ternyata tak semudah yang kita sangka.

Seperti cintaku, yang kini kupertanyakan di tepi pura dekat taman bunga. Dia dan aku sungguh berbeda meski berada di bawah langit yang sama. "Kau seperti kupu-kupu," katanya, "yang sempurna dan cantik warnanya." Seharusnya, aku bahagia mendengarnya. Namun, aku sadar, sayapku tak bisa terbang bebas.

cinta tumbuh di tempat yang jauh, sementara sayapku terikat di sini. di pulau para dewa, yang menyimpan banyak rindu untuk memanggilku kembali, yang nyanyiin ombak di pantainya mampu mendamaikan risau di hati.

langit masih memiliki warna yang sama, aku dan dia berada di bawahnya. kami mengirimkan cinta dan doa. Namun, diam-diam juga saling bertanya, apakah doa kami akan sampai ke tempat yang sama?

Apa yang terpikirkan dalam benak kalian setelah membaca sinopsis dari buku tersebut? Sebuah kisah dari dua manusia yang saling mencintai , namun terhalang sebuah dinding tinggi. Membuat mereka berdua, susah untuk bersatu kembali.

"Di pulau para Dewa." Kalimat itu semakin membuat saya bersemangat untuk segera membaca buku ini. Sebuah pulau yang menjadi tempat wisata yang wajib dikunjungi oleh setiap orang. Yang menyimpan banyak keindahan dengan budaya yang masih melekat erat.

Buku ini, berhasil mengingatkan saya pada kejadian satu tahun yang lalu. Ketika saya berlibur di Bali dengan teman-teman sekolah. Begitu indahnya setiap tempat yang diceritakan dalam buku. Penggambaran suasana yang luar biasa, membuat saya merasakan begitu indahnya Pulau Bali. 

Dari buku ini juga, saya menjadi paham dengan adat istiadat masyarakat Bali. Upacara Ngaben ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Terdapat banyak sekali persiapan yang harus dilakukan sebelum melaksanakan upacara ngaben. 

Syarat pernikahannya juga. Tidak bisa menikah dengan sembarangan orang. Setidaknya, ada salah satu anak yang bisa meneruskan keturunan mereka, sehingga nantinya tidak terputus. Dari sinilah letak konflik yang dialami oleh tokoh utama. 

Alur cerita yang disusun dengan baik, membuat saya sebagai pembaca tidak bisa berhenti untuk sekedar mengalihkan pandangan dari buku ini. Hanya membutuhkan waktu 4 jam saya berhasil menuntaskannya. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline