Dalam Islam, Rasulullah merupakan tusan Allah yang menyampaikan wahyuNya kepada umat manusia. Rasulullah menunjuk dirinya sebagai seorang diplomat dan ahli negoisasi dengan tujuan yang jelas dan baikjuga memiliki prilaku yang baik.
Seorang diplomat Muslim wajib untuk berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah dan memiliki tatakrama sesuai dengan ajaran moral diplomasi yang ada dalam islam.
Kualifikasi diplomat dalam diplomasi islam yaitu, harus memiliki moralitas yang baik, amanah atas tugasnya, komunikasi yang baik dan tepat, loyalitas, dan intelektual.
Sedangkan peran seorang diplomat dalam diplomasi yakni mampu meningkatkan kerjasama antar negara, mencegah terjadinya konflik dalam suatu negara, serta mamou menciptakan perdamaian antar negara maupun perdamaian dunia.
Dalam menjalankan tugas-tuganya seorang diplomat membutuhkan keahlian dalam bernegoisasi, penguasaan bahasa asing, berfikir secara kritis dalam menyikapi suatu permasalahan, dan bersikap jujur dalam menjalankan tugasnya.
Dalam perspektif Islam, pengertian diplomasi bersih terkait denngan konsistensi tanggung jawab kepada umat, sesuai dengan tuntunan Al-qur’an dan hadits. Pelaksanaan diplomasi didasarkan pada upaya mengedepankan kepentingan umat, bukan kepentingan kaum elitnya saja, sebagaimana diplomat bisa bermanfaat untuk semua umat manusia dalam menjalankan tugasnya tanpa memandang perbedaan agama, ras, budaya.
Moralitas dan integritas seorang diplomat Muslim dapat kita teladani dari sosok Nabi Muhammad SAW :
- Sikap sederhana
- Sifat loyalitas
- Menyambut dengan kedamaian
- Jujur dan amanah
- Tidak sombong
- Sabar
- Adil
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H