Jika kamu sebagai pemilik bisnis, konsep manakah yang akan dipilih, berorientasi pada keuntungan atau berorientasi pada pelanggan?
Sepintas kita akan berpikir yang namanya bisnis bertujuan untuk meraih keuntungan, bisnis bukan lembaga sosial dan harus mendapatkan pemasukan untuk menutup biaya operasional, belanja barang dan menggaji karyawan.
Lalu bagaimanakah jika bisnis untuk memuaskan pelanggan? Maksudnya adalah perusahaan memperoleh keuntungan dengan cara membuat produk sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Apakah sampai di situ penjelasannya?
Tentu ada lanjutannya, yaitu setelah perusahaan memproduksi barang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen maka mereka akan mendapatkan kepuasan.
Nah, sampai disini kita jadi mengerti bahwa perusahaan dapat meraih keuntungan dari kepuasan pelanggan.
Artinya perusahaan akan berjuang untuk mengerti kemauan pelanggan dan menciptakan produk yang sesuai. Dengan kata lain ia tidak mau jika produknya tidak diterima pasar atau menciptakan produk asal-asalan yang penting terjual dan meraih untung!
Proses bisnis seperti ini disebut dengan konsep pemasaran modern, yang mestinya perusahaan dapat mengadopsi dan menerapkannya. Jauh dari konsep pemasaran tradisional yang hanya menciptakan produk dengan biaya rendah dan dipasarkan secara masif.
Abad 21 ditandai dengan kemajuan teknologi informasi yang berdampak pada kepintaran konsumen dalam mengakses informasi dari berbagai belahan dunia. Mereka kritis dan semakin peduli pada pelestarian alam dan sosial kemanusiaan.
Perusahaan yang tidak mau beralih dari konsep pemasaran tradisional ke konsep pemasaran modern akan ditinggalkan pelanggan.
Yuk, kita akan pelajari konsep pemasaran modern yang berorientasi pada pelanggan dan tantangan bisnis di era digital.