Lihat ke Halaman Asli

Kompas.com

TERVERIFIKASI

Kompas.com

35 Hari Mencari Penyiram Air Keras Novel Baswedan

Diperbarui: 17 Mei 2017   16:24

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi penyiraman air keras kepada Novel Baswedan.

JAKARTA, KOMPAS.com- Suasana masih gelap. Sejumlah warga memilih menunaikan shalat subuh berjamaah di Masjid Al Ikhsan, Jalan Deposito RT 03/10, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017) pagi.

Sekitar pukul 05.10 WIB, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali ke rumahnya seusai menunaikan shalat. Di tengah jalan, dua orang laki-laki yang berboncengan motor menyiramkan air keras ke arah wajah Novel.

Dirawat di Singapura

Seusai mendapat serangan secara fisik, Novel dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sore harinya, Novel dirujuk ke Jakarta Eye Center. Luka parah pada kedua mata Novel akibat siraman air keras ternyata tak cukup ditangani di Indonesia.

Pada 12 April 2017, dokter merujuk agar Novel mendapatkan perawatan mata di Singapura. Saat itu, kondisi penglihatan mata Novel hanya 10 persen untuk mata kanan, dan 5 persen untuk mata kiri.

(Baca: Polisi Pastikan AL Bukan Pelaku Penyerang Novel Baswedan)

Pada Selasa (16/5/2017), tim dokter di Singapura mempertimbangkan untuk melakukan tindakan operasi terhadap kedua mata Novel. Rencananya, pada pekan ini akan dilakukan pelaksanaan operasi membran sel pada mata Novel Baswedan. Membran sel akan diambil dari plasenta bayi.

Tujuan operasi adalah merangsang pertumbulan sel-sel pada mata yang rusak akibat penyiraman air keras.

Hingga 35 hari pasca serangan terhadap penyidik senior KPK tersebut terjadi, belum ada pihak mana pun yang diduga bertanggung jawab. Jangankan pelaku intelektual, eksekutor lapangan yang melancarkan aksi pada 11 April lalu belum juga diungkap.

Titik terang yang kembali redup

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, foto-foto yang dimiliki Novel atau yang diperoleh dari masyarakat sebenarnya diharapkan bisa membantu Kepolisian untuk lebih cepat mengungkap pelaku.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline