Orang Indonesia malas jalan kaki, itu temanya. Perkaranya dimulai dari sebuah riset yang dilakukan oleh ilmuwan Stanford University, warga plus 62 hanya berjalan kaki rerata 3.513 langkah per hari saja. Sangat jauh dibandingkan negara lain. Hong Kong misalkan yang mencapai 6.880 langkah.
Namun riset ini bukan tanpa sanggahan. Disebutkan jika studi tersebut berdasarkan pergerakan di gawai pintar. Melalui Argus, aplikasi pemantau aktivitas. Tentunya hanya orang kota yang berjalan kaki bersama ponselnya. Sementara jauh di pelosok desa, masih banyak yang tidak memiliki hape canggih.
Oke, anggap saja data ini benar. Orang Indonesia dianggap belum sadar pentingnya berjalan kaki. Yang pasti, jalan kaki adalah olahraga yang murah meriah. Bisa membuat diri sehat tanpa harus berbayar.
Selain itu, jalan kaki juga dianggap sebagai salah satu bentuk terapi jiwa. Bisa menambah asupan oksigen, membantu tubuh segar kembali. Menikmati pemandangan yang indah, konon bisa menurunkan emosi negatif. Dan masih banyak lagi.
Tapi, pernahkah kamu, kamu, dan kamu mencoba meditasi sambil berjalan kaki?
Benar, meditasi yang umum diketahui adalah duduk bersila. Tapi, ada juga bentuk lainnya. Bisa sambil berdiri, tidur, termasuk yang akan saya bahas di sini -- meditasi jalan.
Memang sih, jenis meditasi jalan belum terlalu populer. Apalagi umum diketahui jika meditasi itu harus dalam suasana hening dengan bagian tubuh yang bergeming.
Namun demikian, dalam beberapa pelatihan retreat meditasi Vipassana, meditasi jalan cukup lazim masuk sebagai program. Kompasianer Fendy, sohib saya di Komunitas Mettasik pernah menuliskannya. Ia adalah seorang praktisi meditasi.
Baca juga: Meditasi Jalan, Bukan Asal Berjalan, Tapi Juga dengan Kesadaran
Menurutnya, fungsi meditasi secara umum adalah memberikan asupan energi kepada batin. Sebagaimana tubuh yang bisa lelah, udara segar, makanan, tidur yang cukup adalah jalan masuknya energi agar tubuh segar kembali.
Pun halnya dengan batin. Suasana tegang, konflik di sekeliling, serta urusan-urusan yang bikin pening. Semua perihal ini menyebabkan kondisi batin lama kelamaan akan semakin melemah.