Lia Eden meninggal dunia. Ia lahir di Jakarta, 21 Agustus 1947. Nama lengkapnya Lia Aminuddin.
Pengalaman spiritual setiap orang bisa berbeda-beda. Apa pun itu, kedekatan kepada sang Pencipta menjadi tujuan mulianya.
Demikian pula dengan Lia Eden. Walau banyak yang mencibirnya, ia tetap kekeuh mendirikan "Kerajaan Tuhan."
Yang membuatnya kelihatan tidak biasa adalah penggabungan 3 jenis aliran agama Samawi (Yudaisme, Kekristenan, dan Islam) dalam sebuah aliran kepercayaan baru.
Tapi, ia juga menyelipkan ajaran agama-agama besar lainnya, antara lain Buddhisme, Jainisme, dan Hindu.
Lia mengaku mendapatkan wahyu dari malaikat Jibril untuk mendakwahkan aliran kepercayaannya yang juga dikenal dengan Aliran Salamullah.
Secara kontroversial, ia mengaku dirinya adalah jelmaan Bunda Maria. Ia ditugaskan untuk mengabarkan kedatangan Yesus Kristus ke muka bumi.
Mudah diduga. MUI turun tangan. Fatwa pun dikeluarkan: Lia Eden menyebarkan aliran sesat dan melarang aliran Salamullah pada bulan Desember 1997.
Lia tak mau kalah. Undang-undang Jibril pun dilesatkan. Buntut menjadi panjang. Lia Eden ditahan atas tuduhan penistaan agama.
Menerima Wangsit
Menurut Lia Eden, wangsit pertama ia terima pada tahun 1974. Saat itu ia sedang berada di serambi rumahnya, Kawasan Senen, Jakarta. Dalam pengakuannya, Lia melihat sebuah bola bercahaya kuning di udara dan lenyap di atas kepalanya.
Peristiwa ajaib kedua terjadi pada tahun 1995. Ia mengaku bertemu dengan sosok guru spiritualnya yang bernama Habib al-Huda yang mengaku sebagai malaikat Jibril.