Lihat ke Halaman Asli

Toto Priyono

TERVERIFIKASI

Penulis

Hubungan Orde Baru dan Gatot Nurmantyo

Diperbarui: 12 Oktober 2020   15:46

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ilustrasi: teras.id

Memang sulit disangkal jika kekuatan politik tidak ada hubunganya dengan ide-ide politik di masa lalu.

Saya kira semua ide politik yang ada dan terjadi saat ini tetap berakar dari ide politik yang ada di masa lalu.

Siapa pun politikus tersebut dari mana pun latar belakangnya tidak mungkin dapat dilepaskan dari sejarah masa lalu dalam berpolitik.

Apalagi dunia politik mempunyai sejarah panjang, sangat kuat jika dikaitkan dengan berbagai rujukan-rujukan wacana politik masa lalu. Kemana arah berpolitik itu akan dibawa oleh orang-orang yang sedang berpolitik saat ini.

Maka jalannya politik di Indonesia sebenarnya jika mau diruntut, meski banyak sekali jumlah partai politik yang ada baru dan terlihat segar.

Namun kekuatan elite dan ide kekuasaan politik di Indonesia terpusat pada dua kekuatan ideologi dan kelompok yakni Orde Lama dan Orde Baru.

Antara tokoh Soekarno dan tokoh Soeharto yang masih melekat sebagai sosok kuat bagaimana Negara tersentral kuat pengaruhnya pada ideology dan tata kepentingan kekuasaan  dirasakan politikus saat ini.

Maka tidak akan jauh semua pertarungan politik tetap ditukangi oleh ide-ide dari kedua rezim yang pernah berkuasa dimasa lalu tersebut untuk saling berebut kekuasaan dan kepentingan politik di Indonesia kini.

Pertanyaan yang kini yang mungkin banyak orang pertanyakan kepada Gatot Nurmantyo yang saat ini massif dalam gerakan politik, kemanakah arah dari politik Gatot Nurmantyo tersebut?

Apakah ada hubungan Gatot Nurmantyo dengan kekuasaan orde baru yang saat ini juga kekuatan dan kelompoknya masih menginginkan untuk berkuasa, sama dengan kekuatan-kekuatan orde lama yang kini memegang kekuasaan lewat PDIP dan Jokowi?

Tetap siapa pun dalam arah politiknya sendiri, semua mengerucut pada politik masa lalu yang tetap digulirkan oleh elite politik sebagai bahan untuk meraup simpatisan politik berdasarkan sejarah politik.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline