Semarang (16/12) – Objek wisata Dung Tungkul merupakan destinasi wisata alam sungai, yaitu Sungai Babon, yang berada di RW 10, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Wisata Dung Tungkul menawarkan sensasi yang berbeda karena lokasinya yang jauh dari hiruk pikuk kota. Selain wisata sungai, wisata Dung Tungkul juga menawarkan sajian kuliner tradisional UMKM setempat. Sistem pembelian makanan dan minuman dari warung UMKM Dung Tungkul ini cukup unik, yaitu dengan menggunakan keping koin Dung Tungkul. Wisatawan terlebih dahulu harus menukarkan uangnya dengan keping koin Dung Tungkul, cukup dengan menukarkan tiga ribu rupiah sudah bisa mendapatkan satu keping koin Dung Tungkul.
Sudah hampir satu setengah tahun wisata Dung Tungkul beroperasi sejak diresmikan, kondisi fasilitas Dung Tungkul semakin menurun. Meja dan kursi tempat pengunjung menikmati santapan yang mereka beli dari warung UMKM hingga pagar pembatas kondisinya kurang layak. Berkaca dari kondisi tersebut, Tim 8 KKN Tematik Undip berinisiatif untuk melakukan revitalisasi fasilitas Dung Tungkul melalui pembuatan meja dan kursi, serta renovasi pagar di wilayah Dung Tungkul. Hal tersebut dilakukan untuk menambah nilai wisata Dung Tungkul sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman bagi para wisatawan.
Pelaksanaan kegiatan ini dikerjakan bersama-sama dengan para pengelola wisata Dung Tungkul. Kegiatan ini diawali dengan observasi lapangan dan diskusi dengan para pengelola Dung Tungkul terkait permasalahan yang ada. Kemudian dilanjutkan dengan membuat desain beserta material dan anggaran yang dibutuhkan untuk revitalisasi fasilitas yang mencakup meja, kursi, dan pagar. Pelaksanaan survei, persiapan, hingga pembelian material sampai di tangan, yaitu mulai dari 25 November hingga 2 Desember 2023.
Pengerjaan pembuatan meja, kursi, dan pagar dilakukan mulai dari tanggal 3 Desember 2023 dan selesai pada 9 Desember 2023. Pengerjaan program ini dibantu oleh bapak-bapak pengelola Dung Tungkul.
Kegiatan ini mendapat respon positif dari warga setempat, terutama bagi para pengelola Dung Tungkul dan pelaku UMKM di Dung Tungkul. Dengan dilaksanakannya program ini, harapannya dapat menjadi nilai tambah bagi wisata Dung Tungkul. Meningkatnya nilai tambah wisata Dung Tungkul melalui penyediaan fasilitas yang aman dan nyaman, tentunya akan menarik lebih banyak wisatawan.
Tim 8 KKN Tematik Lingkar Kampus Undip – Pendampingan Pengelolaan Wisata Alam Dung Tungkul
Dosen Pembimbing Lapangan: Adnan Fauzi, S.T., M.Kom.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H