Botol bekas merupakan limbah sampah yang berbahaya bagi lingkungan. Untuk mengurangi limbah tersebut, kita dapat mendaur ulang menjadi barang yang lebih bermanfaat. Salah satunya dapat digunakan untuk media tanam. Media tanam dengan menggunakan botol bekas dapat dijadikan alternatif jika tidak memiliki lahan yang luas, karena media ini dapat digantungkan.
Kelompok 82 KKN-T Universitas Pembangunan "Veteran" Jawa Timur berinovasi untuk membuat media tanam menggunakan botol dengan sistem wick. Sistem wick adalah sistem pasif, yang berarti tidak ada bagian yang bergerak. Larutan nutrisi ditarik ke dalam media tumbuh dari wadah nutrisi dengan sumbu. Biasanya sumbu menggunakan kain flanel atau jenis bahan lain yang mudah menyerap air. Dalam proses pembuatan media tanam tersebut tentu saja menggunakan bahan-bahan yang sangat mudah dijumpai dan tentunya murah, diantaranya botol bekas, sumbu, pupuk, kawat dan tumbuhan.
Langkah pertama dalam membuat media tanam dengan sistem wick adalah dengan membagi dua botol bekas kemudian kalian boleh berinovasi untuk mengecat atau mewarnai botol tersebut, kemudian langkah kedua tutup botol dilubangi dan diberi sumbu, selanjutnya botol dilubangi kecil dengan tujuan agar bisa digantung dengan kawat. Kemudian botol bagian atas diisi dengan pupuk dan tanaman sedangkan bagian bawah diisi dengan air bersih.
Dengan adanya pemanfaatan botol tersebut berharap agar sampah plastik tidak terus menumpuk dan bisa lebih berguna. Ini merupakan salah satu langkah untuk menjaga lingkungan agar tidak semakin tercemar.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H